Jatim

Dorong Hilirisasi Bambu Jadi Fashion Karnaval, BYCN Sukseskan Gintangan Bamboo Attraction 2026 di Banyuwangi

×

Dorong Hilirisasi Bambu Jadi Fashion Karnaval, BYCN Sukseskan Gintangan Bamboo Attraction 2026 di Banyuwangi

Sebarkan artikel ini
Gintangan Bamboo Attraction
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) berpartisipasi aktif dalam ajang Gintangan Bamboo Attraction 2026 pada Rabu (19/8/2026).
  • Jajaran pengurus BYCN memegang peran kunci mulai dari Dewan Juri, Pengarah Koreo, Show Director, hingga maskot “Pulung Panguripan”.
  • Ajang ini mendorong hilirisasi bambu menjadi fashion karnaval dan seni pertunjukan, menciptakan multiplier effect bagi ekonomi desa.

Banyuwangi, Jatimmandiri.id — Potensi sumber daya alam lokal kembali bertransformasi menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi. Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) mengambil peran strategis dalam menyukseskan gelaran Gintangan Bamboo Attraction 2026 yang diselenggarakan di Banyuwangi, Rabu (19/8/2026). Perhelatan tahunan ini menjadi etalase utama pengembangan industri kreatif berbasis tanaman bambu di tingkat pedesaan.

Ajang Gintangan Bamboo Attraction 2026 berfungsi sebagai panggung kolaborasi yang mengawinkan material bambu dengan seni pertunjukan dan fesyen karnaval modern. Melalui konsep hilirisasi, bambu tidak lagi sekadar difungsikan sebagai bahan dasar anyaman atau kerajinan tradisional, melainkan dieksplorasi menjadi busana megah berdaya saing pasar dan memiliki nilai estetika tinggi.

Peran Strategis Pengurus BYCN: Dewan Juri hingga Show Director

Keterlibatan BYCN dalam ajang kebudayaan ini tercermin dari penugasan jajaran pengurus dan anggotanya pada posisi-posisi krusial di balik panggung maupun teknis pelaksanaan pertunjukan.

Sejumlah tokoh kunci BYCN dipercaya mengawal kualitas artistik acara, di antaranya:

  • Vicky Hendri Kurniawan, S.Sn (Ketua BYCN periode 2021–2026),
  • Dedy Wahyu Hernanda, M.AP (Ketua BYCN periode 2026–2029), dan
  • Jatmiko, S.S (Sekretaris BYCN).

Ketiganya bertugas langsung sebagai Dewan Juri, Pengarah Koreo, dan Show Director guna memastikan narasi koreografi dan tata panggung berjalan apik. Sementara itu, Febri Erfan Nur Cahyo, S.E selaku Kabid Pengembangan SDM/Talenta, Penyusunan Program dan Event BYCN, mengambil peran sentral sebagai pengisi suara theme song sekaligus maskot utama perhelatan bertema “Pulung Panguripan”.

Hilirisasi Bambu Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi Desa

Inovasi pemanfaatan bambu dalam industri kreatif di Desa Gintangan ini terbukti menciptakan dampak berganda (*multiplier effect*) yang luas bagi ekosistem usaha mikro dan komunitas lokal. Rantai nilai ekonomi tidak hanya dinikmati oleh para perancang busana karnaval, tetapi turut menggerakkan berbagai sektor penunjang lainnya.

Baca Juga  Kendalikan Inflasi Pangan, Pemkab Lamongan Luncurkan Program GAS PAK CAMAT Tanam Cabai dan Tomat Serentak

Sektor Usaha yang Terdampak Positif:

  • Pengrajin Bambu: Memperoleh peningkatan nilai tambah material bambu mentah menjadi elemen kostum bernilai jual tinggi.
  • Fashion Designer: Mendapatkan ruang ekspresi untuk memamerkan inovasi rancangan busana berbasis material alam.
  • Make-Up Artist (MUA) / Perias: Terlibat aktif dalam tata rias model dan talent karnaval.
  • Pelaku Usaha Kuliner: Meraup peluang omzet dari tingginya kunjungan penonton dan wisatawan selama acara berlangsung.

Sinergi Jejaring ICCN dalam Membangun Ekosistem Kota Kreatif

Partisipasi BYCN merupakan manifestasi nyata dari komitmen generasi muda dalam memperkuat integrasi dengan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Sebagai bagian dari simpul jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN), BYCN terus mendorong gagasan bahwa kekayaan lokal pedesaan mampu melahirkan talenta baru serta peluang usaha yang kompetitif.

ICCN sendiri bertindak sebagai orkestrator nasional dalam mematangkan ekosistem kota kreatif dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sektor ini bertumpu pada kekuatan gagasan, pengetahuan, kebudayaan, serta warisan leluhur yang membentang di berbagai subsektor—mulai dari seni pertunjukan, musik, fotografi, film animasi, hingga arsitektur.

Melalui semangat pemberdayaan dan inovasi lokal yang konsisten, Gintangan Bamboo Attraction 2026 diharapkan terus berkembang menjadi ruang hilirisasi produk berbasis bambu yang berkelanjutan, sekaligus mempertegas reputasi Banyuwangi sebagai daerah yang piawai mengolah kearifan lokal menjadi magnet ekonomi kreatif nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Batu, Jatim Mandiri DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Batu menyatakan siap mengawal penanganan laporan dugaan jual beli…

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Polres Probolinggo Kota membekali 200 siswa SMAN 4 Kota Probolinggo dengan pemahaman kecerdasan buatan melalui sosialisasi Program…