Jatimmandiri.id-Arsenal mengawali upaya mempertahankan gelar Premier League dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas tim promosi Coventry City di Emirates Stadium, Jumat.
The Gunners tampil dominan sejak awal dan memastikan tiga poin melalui gol Kai Havertz, Bukayo Saka, serta kapten Martin Ødegaard. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pernyataan bahwa Arsenal masih menjadi salah satu kandidat kuat untuk kembali meraih gelar juara.
Havertz membuka keunggulan Arsenal pada menit ke-15. Gol tersebut berawal dari aksi Christos Tzolis yang berhasil merebut bola sebelum mengalirkannya kepada Riccardo Calafiori. Bek Arsenal itu kemudian mengirim umpan mendatar yang diselesaikan Havertz dengan tenang.
Saka menggandakan keunggulan pada menit ke-23. Tzolis kembali menjadi aktor penting setelah umpan silangnya dari sisi kiri berhasil ditepis penjaga gawang Coventry, Carl Rushworth. Bola muntah kemudian jatuh ke hadapan Saka yang dengan mudah menceploskannya ke gawang yang sudah kosong.
Arsenal semakin nyaman mengendalikan pertandingan. Coventry yang kembali tampil di kasta tertinggi Inggris setelah 25 tahun kesulitan memberikan ancaman berarti.
Gol ketiga Arsenal tercipta empat menit setelah babak kedua dimulai. Ødegaard melepaskan tembakan yang sebenarnya tidak sempurna, tetapi bola berubah arah dan melambung melewati jangkauan Rushworth.
“Ini awal yang sempurna,” ujar Ødegaard seusai pertandingan.
Kemenangan tersebut menjadi catatan penting bagi Mikel Arteta. Pelatih Arsenal itu kini mengoleksi 150 kemenangan dalam 249 pertandingan Premier League. Arteta menjadi pelatih kelima yang mencapai 150 kemenangan dalam jumlah pertandingan sesingkat itu setelah Pep Guardiola, José Mourinho, Jürgen Klopp, dan Sir Alex Ferguson.
Arsenal sebelumnya mengakhiri penantian 22 tahun dengan menjuarai liga musim lalu. Kini, klub London Utara tersebut membidik keberhasilan mempertahankan gelar dan mencatatkan sejarah sebagai juara Inggris secara beruntun.
Terakhir kali Arsenal mampu meraih gelar liga secara beruntun terjadi pada periode 1932 hingga 1935, ketika mereka menjadi juara tiga musim berturut-turut.
Tzolis Jadi Sorotan
Salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam laga tersebut adalah Tzolis. Pemain asal Yunani itu menjadi starter dan berperan dalam terciptanya dua gol pertama Arsenal.
Arteta memberikan apresiasi atas penampilan pemain yang baru beberapa pekan bergabung dengan tim tersebut. Menurutnya, Tzolis mampu memberikan energi, kreativitas, dan variasi serangan yang dibutuhkan Arsenal.
“Dia sangat langsung dan tajam dalam permainan. Dia selalu ingin menciptakan sesuatu,” kata Arteta.
Martin Ødegaard juga memberikan pujian. Menurut kapten Arsenal tersebut, Tzolis tampil konsisten sepanjang pramusim dan sulit dihentikan ketika menguasai bola.
Sementara itu, Havertz kembali menunjukkan ketajamannya. Setelah sempat mengalami cedera lutut yang membuatnya absen hampir lima bulan musim lalu, pemain asal Jerman tersebut mulai menemukan kembali performa terbaiknya.
Havertz kini tercatat telah mencetak tujuh gol dalam delapan pertandingan terakhir bersama klub dan tim nasional, terhitung sejak musim lalu.
Coventry Kesulitan Mengimbangi Arsenal
Bagi Coventry, pertandingan tersebut menjadi awal yang berat setelah kembali ke Premier League. Tim asuhan Frank Lampard itu sebenarnya telah menghabiskan lebih dari 120 juta dolar AS untuk mendatangkan tujuh pemain baru pada bursa transfer musim panas.
Namun, investasi tersebut belum mampu membuat Coventry memberikan perlawanan berarti di Emirates Stadium.
Sepanjang pertandingan, Coventry bahkan tidak mampu melepaskan tembakan ke arah gawang Arsenal hingga menit ke-86. Satu-satunya peluang yang cukup membahayakan datang melalui aksi Loum Tchaouna pada menit ke-42, tetapi tendangan salto dari luar kotak penalti masih melambung.
Pada penghujung pertandingan, Jack Rudoni sempat mencatatkan satu-satunya tembakan tepat sasaran Coventry. Namun, sundulannya masih lemah dan mudah diamankan kiper Arsenal, David Raya.
Lampard mengakui laga melawan Arsenal menjadi pengalaman penting bagi para pemainnya.
“Arsenal di laga tandang tidak akan menentukan musim kami. Sekarang kami harus melihat bagaimana cara berkembang dan memperbaiki permainan,” ujar Lampard.
Arsenal sendiri melakukan sejumlah pergantian pemain setelah memasuki satu jam pertandingan. Declan Rice dan Saka ditarik keluar, sementara Arteta tetap mampu menjaga kendali permainan hingga peluit akhir.
Dengan kemenangan 3-0 tersebut, Arsenal mengawali musim dengan meyakinkan sekaligus mengirim pesan kepada para pesaing bahwa mereka siap kembali bersaing di papan atas Premier League.












