Jatim

Kepala Biro Adpim Jatim Raih Radar Jember Award

×

Kepala Biro Adpim Jatim Raih Radar Jember Award

Sebarkan artikel ini
Biro Adpim Jatim
Kepala Biro Adpim Jatim Pulung Chausar (dua dari kanan) raih The Public Trust and Collaborative Communication Leadership Award 2026
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Kepala Biro Adpim Jatim Pulung Chausar raih The Public Trust and Collaborative Communication Leadership Award 2026.
  • Penghargaan Radar Jember Awards 2026 ini diraih atas kepemimpinan orkestrasi komunikasi publik berbasis pentahelix.
  • Pulung tegaskan humas pemerintah berfungsi sebagai jembatan kepercayaan, peka kritik, dan mitra strategis media massa.

Jember, Jatimmandiri.id — Kepemimpinan transformatif dalam tata kelola komunikasi publik dan kehumasan pemerintah kembali mendapat apresiasi bergengsi. Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, sukses menyabet penghargaan The Public Trust and Collaborative Communication Leadership Award 2026 atas dedikasinya memperkuat komunikasi kolaboratif serta menjadikan humas sebagai jembatan kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam perhelatan Jawa Pos Radar Jember Awards 2026 yang mengusung tema “Innovating for Impact” di Hotel Fortuna Grande Jember, Kamis (20/8/2026). Ajang ini secara khusus memberikan pengakuan kepada figur pemimpin yang mampu menghadirkan inovasi solutif serta dampak nyata bagi kemaslahatan publik.

Orkestrasi Pentahelix: Menjadikan Kepercayaan Publik Fondasi Utama

Pulung Chausar dinilai berhasil memimpin tata kelola komunikasi pemerintahan Jawa Timur yang inklusif dan partisipatif melalui strategi kolaborasi pentahelix—yang memadukan sinergi antara pemerintah, media massa, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.

Di bawah arahannya, Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur mendorong transformasi kehumasan agar tidak sekadar berorientasi pada penyebaran rilis searah, melainkan aktif menjelaskan konteks dan substansi kebijakan, menyerap masukan, serta membuka ruang dialog dua arah yang bermakna.

“Komunikasi publik bukan semata-mata tentang seberapa banyak informasi yang kita sampaikan, tetapi seberapa besar komunikasi itu mampu menghadirkan pemahaman, membuka ruang partisipasi, dan pada akhirnya membangun kepercayaan publik,” ungkap Pulung saat menerima penghargaan, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga  Mengawal Narasi Inklusif Jawa Timur: Biro Adpim Setda Jatim Raih Penghargaan Komunikasi Kolaboratif 2026

Menurut Pulung, modal terpenting dalam roda penyelenggaraan pemerintahan adalah terjaganya kepercayaan rakyat.

“Humas itu merupakan jembatan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Sebab kepercayaan publik merupakan modal penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, komunikasi pemerintah harus dibangun secara terbuka, konsisten, kredibel, humanis, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Media Massa sebagai Mitra Strategis dan Cermin Evaluasi Tata Kelola

Secara khusus, Pulung menyoroti relasi kelembagaan antara aparatur humas pemerintah dengan insan pers. Baginya, media massa bukan sebatas instrumen amplifikasi berita dinas, melainkan mitra kritis-strategis yang esensial dalam menjaga kualitas ruang publik dan iklim demokrasi.

“Kami menempatkan media sebagai mitra strategis. Pemerintah membutuhkan media untuk menghadirkan informasi yang akurat kepada masyarakat. Di sisi lain, kritik, masukan, dan perspektif publik yang disampaikan melalui media merupakan cermin penting bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan,” jelasnya.

Hubungan profesional dan saling menghormati dinilai menjadi kunci utama agar informasi publik tersampaikan secara jernih tanpa mengorbankan independensi serta fungsi pengawasan sosial pers.

“Komunikasi yang inklusif berarti memberikan ruang terhadap keberagaman pandangan. Pemerintah harus siap menerima kritik, mendengar perspektif yang berbeda, dan menjadikannya sebagai bahan bakar untuk terus berbenah,” imbuhnya.

Menjawab Era Digital: Menjaga Akurasi, Kejernihan, dan Empati

Menghadapi percepatan arus informasi digital yang bergerak dalam hitungan detik, Pulung menekankan pentingnya adaptasi insan humas dalam membaca isu dan merespons dinamika publik secara cepat, tepat, dan berempati.

“Di tengah derasnya arus informasi, kecepatan memang penting, tetapi akurasi, kejernihan, dan empati jauh lebih menentukan. Humas pemerintah harus mampu menjembatani kebijakan dengan bahasa yang mudah dipahami sekaligus peka terhadap suara masyarakat,” tegas Pulung.

Baca Juga  Kapolres Nganjuk Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek, Tekankan Inovasi serta Pelayanan Presisi

Pulung menyampaikan apresiasi mendalam kepada Jawa Pos Radar Jember dan mendedikasikan raihan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran tim Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur, dukungan pimpinan Pemprov Jatim, serta seluruh mitra pemangku kepentingan.

“Tujuan komunikasi pemerintahan adalah menghadirkan kepercayaan. Kepercayaan tidak lahir dari komunikasi satu arah, tetapi dibangun melalui keterbukaan, konsistensi, kredibilitas, kemauan untuk mendengar, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *