Dalam Negeri

Bawang Putih RI Kejar Swasembada

×

Bawang Putih RI Kejar Swasembada

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, kini menggelontorkan dukungan Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor masih menjadi pekerjaan rumah besar di tengah upaya pemerintah mengejar swasembada pangan. Dari kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun, produksi bawang putih dalam negeri baru berkisar 39 ribu-40 ribu ton.

Dengan kondisi tersebut, produksi lokal hanya mampu mencukupi sebagian kecil kebutuhan nasional. Sekitar 90-95 persen kebutuhan bawang putih Indonesia masih harus dipenuhi melalui impor, terutama dari China.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pemerintah kini kembali menghidupkan sentra-sentra produksi bawang putih untuk memangkas ketergantungan tersebut. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran pengembangan adalah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang pernah dikenal sebagai salah satu sentra bawang putih nasional.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengalokasikan dukungan Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan bawang putih di wilayah tersebut. Dari anggaran itu, Rp52,64 miliar digunakan untuk mengembangkan kawasan bawang putih seluas 658 hektare.

Dukungan tidak hanya berupa perluasan lahan. Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyalurkan 15 unit irigasi perpompaan, sembilan unit hand traktor, dan 17 unit pompa air untuk memperkuat sarana produksi petani.

Persoalan benih turut menjadi perhatian pemerintah. Amran memastikan kebutuhan benih akan dipenuhi untuk mendukung peningkatan produksi. Jika ketersediaan benih dalam negeri belum mencukupi, pemerintah membuka kemungkinan melakukan impor benih.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/8/2026).

Pengembangan bawang putih tersebut berjalan seiring dengan program peningkatan produksi pangan nasional. Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri.

Baca Juga  Koordinator KPPG Surabaya Dicopot

Program itu memiliki potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menilai bawang putih masih menjadi salah satu komoditas yang harus segera dibenahi jika Indonesia ingin mencapai swasembada pangan secara menyeluruh.

Menurut Sigit, kondisi saat ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyerah. Indonesia pernah berada pada masa ketika kebutuhan bawang putih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada,” ujar Sigit.

Ia mengatakan keberhasilan mencapai swasembada sejumlah komoditas menjadi kebanggaan bersama. Namun, bawang putih masih menjadi tantangan karena produksi domestik terpaut sangat jauh dari kebutuhan nasional.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” katanya.

Sorotan serupa disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Ia mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara yang asing dengan swasembada bawang putih.

Pada 1994-1995, produksi bawang putih nasional pernah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pengalaman tersebut, menurut Titiek, semestinya menjadi modal sekaligus dorongan untuk mengembalikan kejayaan produksi bawang putih nasional.

“Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya,” ujar Titiek.

Ia pun mempertanyakan alasan Indonesia kembali bergantung pada pasokan dari luar negeri setelah pernah mencapai swasembada bawang putih.

“Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?” tutur dia.

Upaya mengembangkan kembali sentra bawang putih di Lombok Timur, memperkuat sarana produksi, memastikan ketersediaan benih, hingga memperluas penanaman di sejumlah daerah menjadi bagian dari langkah pemerintah mengurangi ketergantungan impor. Target akhirnya adalah mengembalikan kemampuan produksi bawang putih dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri – Sejumlah Kabupaten/Kota di Jatim berpeluang mendapat tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Sebab, pemerintah memprioritaskan daerah ber-PAD…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate 5,75 persen di tengah tekanan global yang belum mereda demi menjaga stabilitas…

Berita

Korban Bertambah Jadi 71 Jiwa Jakarta, Jatim Mandiri Korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur,…