SHANGHAI, Jatim Mandiri – Dota 2 China mencatat hasil terburuk dalam sejarah The International (TI). Tak satu pun wakil tuan rumah berhasil menembus delapan besar TI 2026 yang berlangsung di Shanghai.
Tiga tim China, yakni Xtreme Gaming, Vici Gaming, dan Team Resilience, seluruhnya tersingkir sebelum babak playoff. Kondisi tersebut semakin mengecewakan karena TI 2026 digelar di kandang sendiri.
Xtreme Gaming yang tahun lalu menjadi runner-up justru tersingkir di fase grup dengan catatan 1-4. Vici Gaming kemudian kalah 0-2 dari Team Falcons, sedangkan Team Resilience dihentikan Team Spirit dengan skor 1-2.
Kegagalan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan Dota 2 China. Esports Insider menilai persoalan tidak hanya terletak pada hasil pertandingan, tetapi juga regenerasi pemain yang mulai tersendat.
Henrik “AdmiralBulldog” Ahnberg, mantan pemain profesional dan juara TI, turut menyoroti kondisi tersebut.
“RIP CHINA. Chinese dota so dead, last time they won TI, I was still playing.”
Komentar tersebut disampaikan Bulldog pada 16 Agustus setelah seluruh wakil China tersingkir.
Persoalan regenerasi menjadi salah satu sorotan utama. Sejumlah pemain senior masih menjadi tumpuan tim-tim China, sementara generasi baru belum banyak muncul di level tertinggi.
Esports Insider juga menilai sebagian pemain muda China lebih tertarik pada Honor of Kings, gim MOBA mobile yang lebih mudah diakses dibandingkan Dota 2. Kondisi tersebut membuat regenerasi pemain profesional Dota 2 semakin sulit.
Ironisnya, Team Resilience yang sempat dipandang sebagai tim pelengkap justru menjadi wakil China dengan performa paling menjanjikan. Mereka bahkan berhasil menyingkirkan Xtreme Gaming dan mencuri gim dari sejumlah tim kuat.
Namun, langkah Resilience akhirnya terhenti. Dengan tersingkirnya seluruh wakil China, TI 2026 menjadi catatan kelam bagi salah satu kawasan yang pernah mendominasi Dota 2 dunia.
Kini, tanpa wakil di babak playoff, perhatian beralih pada bagaimana China membangun kembali regenerasi dan ekosistem kompetitifnya.












