BeritaDalam NegeriHeadline

Gempa NTT, 70 Tewas, 40 Ribu Mengungsi

×

Gempa NTT, 70 Tewas, 40 Ribu Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan bantuan pada masyarakat di Manggarai, Selasa (18/8).
Example 468x60

Kapolri Prioritaskan Keselamatan Masyarakat

Manggarai, Jatim Mandiri

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, menewaskan 70 orang dan membuat 40.040 warga mengungsi hingga Selasa (18/8). Sementara pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait memperkuat evakuasi, pelayanan kesehatan, serta distribusi bantuan. Bahkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bantuan pangan untuk korban bencana gempa terus disalurkan hingga Rp 100 miliar.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Amran bilang dirinya yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memiliki kewenangan untuk ikut mengalokasikan bahan pangan untuk disalurkan sebagai bantuan bencana.

“Baru kami mau berangkat hari ini atau besok. Tapi bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp 100 miliar. Sebagai kepala Bapanas,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Selasa (18/8).

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo mengatakan, total korban yang tercatat hingga Senin malam mencapai 202 orang, dengan 70 orang meninggal dunia.

“Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 (waktu setempat), total korban adalah 202 orang, yang meninggal dunia 70 orang,” ujar Bramantyo dalam konferensi pers BNPB, Selasa (18/8).

Sebanyak 132 orang mengalami luka, terdiri atas 40 luka berat dan 92 luka ringan. Hingga hari keempat, tidak ada lagi laporan warga yang hilang atau masuk daftar pencarian.

Tim gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat dan melanjutkan penanganan pascabencana.

BNPB juga mencatat 40.040 warga terpaksa mengungsi akibat gempa. Tapi angka itu tidak sepenuhnya mencerminkan jumlah rumah rusak. Karena sebagian warga mengungsi akibat dampak psikologis setelah gempa.

“Data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya. Namun, ini karena banyak dampak psikologis,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Baca Juga  Masjid Nyaman, Ekonomi Bergerak

Sebanyak 40 ribuan pengungsi itu tersebar di sejumlah kabupaten. Manggarai mencatat 6.487 orang, Nagekeo 6.221 orang, Sikka 5.681 orang, Ende 3.666 orang, Ngada 1.920 orang, dan Manggarai Barat 600 orang. Di Manggarai Timur, 966 warga berada di pos pengungsian BPBD, sementara sekitar 14.000 lainnya mengungsi secara mandiri.

BNPB juga mencatat 11.925 rumah rusak, terdiri atas 5.516 unit rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Kerusakan terbanyak berada di Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Gempa juga memicu 33 titik longsor. Sebanyak 32 titik telah ditangani sementara, sedangkan empat titik patahan jalan seluruhnya sudah dapat dilalui.

Di sisi lain, pemerintah mengerahkan tujuh ekskavator dan empat loader untuk mempercepat pemulihan akses. Ruas Wolowaru-Maumere telah kembali dapat dilalui, meski tujuh lokasi masih menerapkan sistem buka-tutup.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas seismik masih berlangsung. BNPB mencatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,3. “Magnitudo yang terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,3. Di atas lima ada 24 kali,” tutur Berton.

Menurut Berton, aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas.

“Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” tuturnya.

Saat meninjau lokasi terdampak dan pengungsian di Manggarai, Selasa (18/8), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas Polri.

“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” terang Kapolri.

Polri membentuk delapan Posko Tanggap Bencana, terdiri atas satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko di Polres terdampak. Selain itu, 236 personel bantuan BKO dikirim ke Polda NTT dengan kemampuan SAR, evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, serta distribusi bantuan. Polri juga mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran. Bantuan itu berupa bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Baca Juga  Lansia Bahagia Rayakan Kemerdekaan

Khusus kemarin (18/8), Polri menyalurkan 3.500 paket bansos, 500 mainan anak, 39 kasur, 10 tandon air, dan 36 boks obat-obatan di Manggarai dan Manggarai Timur. “Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi pengungsian,” kata Kapolri.

Polri juga menyiagakan satu kapal, tiga pesawat, dan tiga helikopter untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan, serta pemantauan wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kapolri mengakui masih terdapat wilayah yang belum menerima bantuan secara cepat akibat kendala akses dan jalur distribusi.

“Kami memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kapolri. (ant/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya – Jatim Mandiri Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk wisatawan mulai Kamis besok (20/8). Ini seiring…

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Polisi Cilik (Pocil) binaan Satlantas Polres Probolinggo tampil kompak dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI…