Ekbis

Bursa Mineral Disiapkan, Indonesia Ingin Tentukan Harga Komoditas

×

Bursa Mineral Disiapkan, Indonesia Ingin Tentukan Harga Komoditas

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Pemerintah menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai langkah untuk memperbesar kendali Indonesia atas perdagangan dan pembentukan harga komoditas unggulan. Bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan bursa merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan atas komoditas yang selama ini menjadi kekuatan produksi nasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan enggak,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Prasetyo menyebut konsep Bursa Mineral dan Komoditas Strategis nantinya kurang lebih menyerupai Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemerintah menyiapkan nama Indonesia Commodity Exchange atau Icomex.

“Ya kurang lebih (seperti BEI). Indonesia Commodity Exchange atau Icomex,” kata dia.

Saat ini pemerintah masih mematangkan sejumlah aspek, termasuk menentukan komoditas yang akan diperdagangkan. Komoditas yang dipertimbangkan merupakan hasil produksi utama Indonesia, seperti minyak sawit mentah (CPO), nikel, dan batu bara.

“Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO (minyak sawit mentah), nikel, dan batu bara,” ucapnya.

Menurut Prasetyo, mekanisme perdagangan nantinya akan memperhitungkan berbagai faktor dalam pembentukan harga, mulai dari biaya hingga perkembangan harga komoditas di pasar global.

“Kan nanti ada mekanismenya. Ada cost-nya, ada ininya, harga dunianya bagaimana,” katanya.

Posisi ICDX Masih Dikaji

Pemerintah juga masih membahas posisi Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), yang saat ini telah beroperasi. Bursa tersebut kemungkinan akan diintegrasikan ke dalam skema baru, meski opsi untuk tetap berjalan secara terpisah juga terbuka.

“Makanya ini sedang proses untuk nanti diatur sedemikian rupa,” kata Prasetyo.

Baca Juga  Ditengah Tren Sell Indonesia, Prabowo Klaim Banyak Investor Asing Ingin Berinvestasi

“Bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan target agar Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Pemerintah juga tengah menyiapkan ketentuan penyelenggaraannya untuk segera dibahas bersama DPR RI.

“Dengan dukungan DPR, rencana kita 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri. Kita targetkan, ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis segera dibahas dengan DPR RI dan mohon diterbitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Presiden Prabowo dalamn pidatonya.

Prabowo mengatakan pembentukan bursa nasional tersebut menjadi tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang sedang dijalankan pemerintah. Rencana itu juga telah dibahas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Indonesia selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu produsen besar dunia untuk berbagai komoditas strategis, termasuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, dan karet. Namun, harga sejumlah komoditas tersebut masih banyak ditentukan melalui bursa komoditas di luar negeri.

Karena itu, pemerintah ingin memperbesar posisi Indonesia sebagai negara produsen dalam menentukan harga komoditasnya sendiri. Kehadiran bursa nasional diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kedaulatan perdagangan komoditas strategis.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri BRI Regional Office 12 Surabaya memberikan penghargaan kepada insan BRILiaN dan unit kerja berprestasi melalui BRI Excellence…