Kota BesarPendidikan

HUT ke-81 RI, Komnas Anak Surabaya Tegaskan Kemerdekaan Harus Dirasakan Seluruh Anak

×

HUT ke-81 RI, Komnas Anak Surabaya Tegaskan Kemerdekaan Harus Dirasakan Seluruh Anak

Sebarkan artikel ini
Syaiful Bahri, Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Merah putih berkibar, lagu kebangsaan menggema, dan berbagai perayaan kembali mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Namun, di balik semarak tersebut, ada pesan yang tak kalah penting. Yakni, kemerdekaan harus benar-benar dirasakan oleh setiap anak Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pesan itu disampaikan Syaiful Bahri, Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya. Pihaknya mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui pemenuhan hak dasar anak.

Syaiful berharap, anak-anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mengejar cita-cita.

“Harapan kami, Komnas Anak Surabaya yang mewakili suara anak Indonesia di Surabaya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 2026. Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan aman, mendapatkan pendidikan yang layak, bebas dari rasa takut, serta memiliki kesempatan luas untuk bermain, belajar dan mewujudkan cita-cita,” tuturnya.

Bagi anak, kemerdekaan bisa memiliki makna yang sederhana. Bisa berupa kesempatan duduk di bangku sekolah tanpa harus memikirkan biaya, bermain tanpa rasa takut, mendapatkan makanan bergizi, hingga memiliki rumah yang dipenuhi kasih sayang.

Karena itu, akses pendidikan yang merata dan terjangkau menjadi salah satu hal yang dinilai penting.

Fasilitas belajar yang memadai, termasuk bagi anak-anak di pelosok daerah, juga menjadi bagian dari perjuangan untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik.

Tidak kalah penting adalah menghadirkan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Anak harus terbebas dari perundungan, kekerasan di rumah maupun di sekolah, serta berbagai bentuk perlakuan yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

Ruang bermain dan berkarya juga perlu tersedia. Sebab, masa kanak-kanak bukan hanya tentang belajar mengejar nilai akademik, tetapi juga tentang bermain, berkreasi, berteman, dan menemukan potensi diri.

Baca Juga  Kado HJKS ke-733, Eri Cahyadi Gandeng Enam Lembaga Percepat Bedah Rumah dan Tekan Stunting

Di dalam keluarga, perhatian dan kasih sayang orang tua menjadi bagian penting yang tidak dapat digantikan.

Keluarga yang harmonis diharapkan menjadi tempat pertama bagi anak untuk merasa aman sekaligus belajar mengenal kehidupan.

Pemenuhan kebutuhan dasar lainnya seperti makanan bergizi dan layanan kesehatan juga menjadi bagian dari hak anak yang harus dipastikan.

“Anak bukan hanya masa depan bangsa. Anak adalah bagian dari Indonesia hari ini. Karena itu, pemenuhan hak anak tidak boleh ditunda,” tegasnya

Pesan tentang kemerdekaan tersebut juga diarahkan kepada anak-anak yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komnas Anak Surabaya mengajak pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian khusus kepada anak-anak terdampak bencana.

Mereka dinilai tidak hanya membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian atau tempat tinggal, tetapi juga pendampingan psikologis.

Bencana dapat meninggalkan pengalaman traumatis bagi anak. Karena itu, proses pemulihan perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar mereka kembali mendapatkan rasa aman serta dapat melanjutkan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak yang terdampak bencana membutuhkan pendampingan secara cepat dan berkelanjutan. Mereka membutuhkan rasa aman, dukungan psikologis, pendidikan, makanan bergizi, layanan kesehatan serta perhatian dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Semangat gotong royong pun diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi sosial dan berbagai elemen bangsa perlu berjalan bersama memastikan anak-anak terdampak bencana tidak kehilangan hak mereka.

Sebab, bagi seorang anak, kemerdekaan mungkin bukan tentang pidato panjang atau perayaan besar.

Kemerdekaan bisa sesederhana bisa kembali bersekolah, bermain bersama teman, tidur dengan tenang, mendapatkan makanan yang cukup, serta tumbuh dalam pelukan keluarga.

“Dari sanalah makna kemerdekaan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelas Syaiful.

Baca Juga  HJKS ke-733, Naik Suroboyo Bus dan Parkir di Surabaya Cukup Bayar Rp733 Pakai QRIS

Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, mendapatkan perlindungan, dan meraih cita-cita.

“Dirgahayu Republik Indonesia. Mari jadikan kemerdekaan sebagai kemerdekaan bagi setiap anak untuk tumbuh aman, sehat, bahagia dan memiliki masa depan,” tutupnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *