Jakarta, Jatimmandiri.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberikan apresiasi kepada masyarakat dan satuan kerja yang berhasil melahirkan karya, inovasi, serta prestasi melalui kegiatan Apresiasi Kreasi “Polri untuk Masyarakat”.
Kegiatan yang digelar di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026), tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Apresiasi Kreasi menjadi momentum Polri untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat citra positif Polri yang Presisi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan seluruh elemen bangsa.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian penghargaan. Menurutnya, Apresiasi Kreasi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai karya, prestasi, inovasi, dan bentuk pengabdian yang lahir dari kolaborasi Polri bersama masyarakat.
“Apresiasi dan kreasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempertemukan prestasi, inovasi, maupun pengabdian yang lahir dari kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Polri memberikan penghargaan kepada pemenang dari puluhan kategori perlombaan. Bidang yang dilombakan cukup beragam, mulai dari kreativitas dan komunikasi publik, pembinaan potensi masyarakat, ketahanan pangan, perlindungan anak dan masyarakat, hingga pemanfaatan ruang digital serta kreativitas generasi muda.
Khusus bidang kreasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan Divhumas Polri, sejumlah kategori yang diperlombakan antara lain cerpen, melukis difabel, cipta lagu, TikTok, mendongeng, fotografi, video edukasi, infografis, artikel jurnalistik, hingga animasi berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Kategori lainnya meliputi Mobile Legends: Bang Bang, Character Defile, KOL (influencer) Hunt, Capture the Flag, Kampung Bebas dari Narkoba, kearifan lokal, serta kebersihan.
Menurut Trunoyudo, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi perhatian penting bagi Polri. Ruang kreativitas perlu terus dibuka bagi generasi Z dan generasi Alpha yang nantinya menjadi bagian penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding. Tentu hal ini menjadi satu rangkaian yang bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan pertemuan atau mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun pengabdian,” katanya.
Ia menegaskan, Polri akan terus memberikan penghargaan terhadap karya dan prestasi terbaik sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan apresiasi dan kreasi ini, Polri akan terus memberikan penghargaan atas karya dan prestasi terbaik untuk mendorong lahirnya kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat, serta mempererat hubungan Polri dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Dorong Polisi Lebih Dekat dengan Anak
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi. Ia menilai keterlibatan anak-anak dalam kegiatan kreatif yang digelar Polri merupakan langkah positif untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan generasi muda.
Menurut Seto, pendekatan tersebut penting agar anak-anak tidak memandang polisi sebagai sosok yang harus ditakuti. Sebaliknya, polisi diharapkan dapat menjadi sahabat bagi anak sekaligus ikut menanamkan karakter dan akhlak yang baik.
“Intinya adalah agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak; polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter yang baik, dalam hal ini adalah akhlak mulia dan sebagainya kepada anak-anak,” kata Seto.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Aris Adi Leksono. Ia menilai pemberian penghargaan melalui berbagai perlombaan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus tumbuh, berkembang, dan menyalurkan kreativitas sesuai minat serta bakat masing-masing.
“Saya kira ke depan apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang yang lebih luas lagi dengan berbagai macam mata lomba dan seterusnya, sehingga memberikan ruang bagi anak untuk terus berkreasi berdasarkan minat dan bakatnya sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” ujar Aris.
Ia juga mengapresiasi langkah Polri yang memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, dalam berbagai kegiatan kreatif.
Menurutnya, ruang kreativitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi muda menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.












