Oleh: Mu’Isyul Haq Al Hasany.
Founder Kinetic International Language
(Kursus Deutsch, English, Math IB Curriculum and IGCSE)
Hari-hari ini kita disuguhi di media online maupun pertokoan produk-produk yang baru dengan brand baru. Persaingan innovasi dunia semakin ketat.
WIPO (World Intellectual Property Organization) pada tahun 2026 mencatat dalam satu dekade, permohonan paten dunia meningkat sekitar 37 % dari sekitar 2.7 juta pada 2014 menjadi 3.7 juta pada 2024.
Produk innovative mulai dari Kimia, Farmasi, Jam Tangan, Kacamata, lensa, Handphone, mobil listrik dan banyak lagi tiba-tiba meramaikan perdagangan baik di media online maupun Department Store.
Sementara itu WIPO mengeluarkan GII (Global Innovation Index) bahwa Indonesia meraih peringkat 55 dan Swiss di peringkat pertama.
Di tengah ledakan innovasi global ini, Indonesia perlu meraih strategy laut biru (Blue Ocean Strategy) yang dikemukakan oleh penulisnya; dua professor strategi dari INSEAD: W. Chan Kim dan Renee Maubrogne.
Tantangannya adalah bagaimana Indonesia menciptakan lebih banyak innovasi, dan juga menciptakan Blue Ocean yang belum diisi oleh innovator dunia.
Sebab peningkatan paten dalam 10 tahun terakhir, yaitu 37 % kenaikan permohonan paten dunia memberikan gambaran tentang Red Ocean, yaitu wilayah produk yang diisi banyak innovator di dalamnya.
Satu hal menarik dilakukan salah satu produk skincare dari Korea untuk membuka Blue Ocean Strategy. Perusahaan ini melakukan kombinasi teknologi bertemu alam Korea.
Mereka melakukan penelitian Ginseng sejak 1964 untuk kulit. Mereka menggabungkan pengetahuan tradisional Korea dengan teknologi modern.
Mereka menggunakan bagian tanaman Ginseng dan menjadikannya formulasi Skincare.
Hal ini selaras dengan gagasan Janine Benyus (1997) tentang technology meets nature dalam bukunya: Biomimicry: Innovation Inspired by Nature.
Buku ini mengungkapkan bagaimana manusia mempelajari cara alam memecahkan masalah, lalu menerjemahkannya menjadi desain dan teknologi.
Ini menunjukkan bagaimana kandungan dan zat kimia dalam ginseng bekerja dalam tanaman Ginseng dan dikombinasi dengan teknologi perawatan kulit.
Produk lain yang menemukan wilayah blue ocean adalah konsep wisata alam kepulauan Hawaii dan Maldives yang kemudian diikuti oleh pulau Bali.
Keindahan kepulauan Hawaii dengan keramahan masyarakat pribumi dikombinasikan dengan pembangunan hotel dan Villai yang indah memberikan daya tarik besar pada Kepulauan Hawaii. Hal ini juga diterapkan pada Maldives dan Pulau Bali.
Ini adalah contoh produk wisata yang menggabungkan alam dengan teknologi arsitektur dan data menunjukkan kunjungan yang sangat besar dari wisatawan.
Konsep Biomimicry menunjukkan bahwa setiap negara memiliki ciri alam yang berbeda.
Jika ini dikombinasikan dengan teknologi dan ilmu yang bersifat universal maka negara tersebut akan memiliki ruah laut biru yang tidak diisi kompetitor lain.
Inikan urgensi pesan Allah dalam surat Al ‘Ashr, bahwa manusia yang tidak rugi adalah yang beriman, beramal kebaikan, mengikuti kebenaran, dan bersabar dalam berupaya kebaikan (grit, persistent).
Hasilnya adalah betapa indahnya suatu kota ketika sungai yang lebar dihubungkan dengan jembatan megah, tepian laut dengan perpaduan gedung Theatre Sydney Opera House, hutan tropis dilengkapi jembatan diatas puncak hutan di Malaysia Forest Tourism Object.
Hasil dari Biomimicry adalah A Pattern Language, sebuah istilah yang dikenalkan oleh Chistopher Alexander dalam bukunya dengan judul istilah tersebut. A Pattern Language menjelaskan bahwa kualitas suatu tempat muncul dari hubungan antar unsur yang membentuk kesatuan pattern.
Untuk membangun produk yang sesuai dengan alam, maka perlu dibuat terlebih dahulu prototype.
Prototype bisa dibuat mulai dari hal sederhana seperti menulis dalam catatan kecil, membuat gambar, sketsa, dan seterusnya.
Prototype yang diasah dan dibahas terus menerus akan menjadi do’a dan Psycho-Cybernetics.
Pemilik desain prototype akan cenderung berkarya dan melakukan upaya upaya untuk menginvestasikan waktu energinya membangun gagasan dan desainnya.
Namun manusia seringkali memandang sebuah gagasan hanya dari nilai materi nya saja. Ilmu dan ide seringkali dianggap remeh dan diabaikan sebagaimana banyak dialami para inventor dunia.
Padahal semua materi canggih dan bernilai finansial tinggi memiliki ilmu di dalamnya. Ilmu ini ada di mobil sport mewah, bangunan gedung, handphone, pesawat dan kapal mewah. Jembatan dan infrastruktur.
Oleh sebab itu, setiap inventor dan innovator perlu memiliki waktu luang yang digunakan sebagai ruang kreatif, yang didorong keberanian dan cinta pada ilmu dan karya yang menolong manusia dan alam semesta.













Semua innovasi berangkat dari keterbukaan dan kejelasan hukum untuk memperoleh imbalan baik materi maupun immaterisemua berpulang pada pemerintah selaku pemberi atmosfer kemandirian dengan dasar kepastian hukum ..sebuah keniscayaan di negeri kita saat ini