Edu-Life & SportKesehatanPendidikan

Gandeng Pakar Manchester, Unusa Akselerasi Riset Otak Janin Sejak Dalam Kandungan

×

Gandeng Pakar Manchester, Unusa Akselerasi Riset Otak Janin Sejak Dalam Kandungan

Sebarkan artikel ini
Forum ini dimanfaatkan Unusa untuk mempertegas peta jalan riset kesehatan Unusa, khususnya dalam menopang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi yang baru saja dibuka.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Langkah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam memperkuat jejaring riset internasional bidang kesehatan terus terakselerasi.

Melalui gelaran International Guest Lecture di Kampus Unusa pada Senin (10/8/2026), universitas ini menghadirkan pakar Molecular Cardiovascular Sciences dari University of Manchester, Prof Delvac Oceandy MD PhD.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mengangkat tema Research Frontiers in Infection and Fetal Neurodevelopment, forum ilmiah tersebut tidak sekadar mengulas korelasi mendalam antara infeksi dan perkembangan saraf janin.

Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan untuk mempertegas peta jalan riset kesehatan Unusa, khususnya dalam menopang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi yang baru saja dibuka.

Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono, menegaskan bahwa kolaborasi global merupakan pilar strategis untuk membangun budaya akademik yang unggul.

Ia memproyeksikan program spesialis baru ini sebagai kawah candradimuka riset prenatal di Indonesia.

“PPDS Obstetri dan Ginekologi Unusa akan menjadi pusat riset perkembangan otak manusia sejak dalam kandungan,” kata Prof Tri Yogi dalam sambutannya.

Menurutnya, pemetaan kompleksitas saraf sejak awal kehidupan membutuhkan sinergi lintas disiplin yang solid.

Yakni, mencakup ilmu kedokteran, kecerdasan buatan, sains data, teknik biomedis, hingga teknologi pencitraan.

Berlatar belakang insinyur, ia melihat titik temu krusial antara dunia kedokteran dan teknik dalam menyelesaikan tantangan kualitas hidup manusia melalui pendekatan problem solving.

“Jika dokter memetakan otak manusia, insinyur memetakan jaringan yang menghubungkan dunia. Hari ini, kedua dunia ini harus bersatu,” ujarnya.

Dinamika riset medis modern semakin bergantung pada intervensi teknologi untuk memahami mekanisme penyakit, deteksi dini, hingga terapi yang presisi.

Karena itu, ia memacu seluruh dosen dan mahasiswa untuk memandang setiap persoalan kesehatan sebagai peluang inovasi.

Baca Juga  Software for Extraordinary: Membangun Indonesia Menuju Peak of Champion

“Jangan hanya mendengarkan secara pasif. Pandanglah tantangan neurologis yang rumit ini sebagai sebuah panggilan. Tanyakan pada diri kalian bagaimana penelitian di masa depan dapat berkontribusi pada deteksi dini, pencegahan, dan penyelamatan generasi masa depan,” pesannya kepada mahasiswa.

Visi besar ini makin diperkuat oleh gagasan Prof Dr dr Hermanto Tri Joewono SpOg SubspKSM, mengenai pembentukan Pusat Studi Perkembangan Otak dan Kapasitas Kognitif Sejak dalam Rahim.

Pusat studi terpadu ini diarahkan untuk mengawal kualitas sumber daya manusia sejak masa prakonsepsi, nutrisi ibu, hingga tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Prof Delvac Oceandy membagikan resep keberhasilan riset ilmiah berdasarkan pengalamannya selama 30 tahun.

Ia menggarisbawahi lima pilar utama riset mulai dari fokus, kreativitas, kolaborasi, mentorship, dan integritas, sembari memaparkan terobosan biomedik modern pada kasus penyakit jantung kronis.

Kehadiran pakar dari University of Manchester ini menjadi batu pijakan Unusa untuk mentransformasi kuliah tamu menjadi riset bersama, pendampingan peneliti muda, dan publikasi internasional.

Melalui integrasi keahlian global dan pengembangan riset transdisiplin, Unusa berkomitmen menghadirkan solusi kesehatan berbasis bukti bagi generasi masa depan sejak awal kehidupan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *