Kediri, Jatimmandiri.id – Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, komunikasi antarkekuatan politik di Kota Kediri kembali dibangun.
DPC Partai Demokrat Kota Kediri menerima kunjungan jajaran Partai NasDem dalam agenda silaturahmi politik, Sabtu (8/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Kediri ini menjadi momentum mempererat hubungan antarkedua partai, sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru Partai NasDem Kota Kediri.
Rombongan Partai NasDem dipimpin Khusnul Arif, Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil VIII Kabupaten Kediri–Kota Kediri yang kini dipercaya memimpin DPD Partai NasDem Kota Kediri, menggantikan Adi Suwono.
Bagi Khusnul Arif, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda perkenalan.
Silaturahmi menjadi pintu awal untuk membangun komunikasi politik yang lebih intensif, terutama dalam mengawal berbagai kepentingan masyarakat.
“Ini silaturahmi sekaligus perkenalan. Harapannya, setelah kita saling mengenal, komunikasi bisa semakin baik dan ke depan dapat bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat serta ikut membangun Kota Kediri,” ujar Khusnul.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan dan latar belakang politik tidak seharusnya menjadi sekat dalam membangun komunikasi.
Sebaliknya, ruang dialog antarpimpinan partai dinilai penting untuk mempertemukan berbagai gagasan dan aspirasi masyarakat secara terbuka serta konstruktif.
Semangat serupa disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kediri, H Ashari.
Ia menyambut baik kedatangan jajaran Partai NasDem dan menilai silaturahmi antarpimpinan partai merupakan bagian penting dalam menjaga iklim komunikasi politik yang sehat dan kondusif.
Menurutnya, hubungan baik antarkekuatan politik di daerah perlu terus dirawat.
Perbedaan sikap politik, kata dia, tidak semestinya menjadi penghalang ketika tujuan akhirnya adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Silaturahmi Demokrat dan NasDem Kota Kediri ini diharapkan tidak berhenti pada perkenalan semata. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas, membangun sinergi, sekaligus memperkuat kontribusi kedua partai dalam mengawal pembangunan daerah,” tuturnya.
“Sebab pada akhirnya, politik tidak hanya tentang perbedaan pilihan, tetapi juga tentang bagaimana berbagai kekuatan dapat duduk bersama, bertukar gagasan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kediri,” sambung Ashari.












