Jakarta, Jatimmandiri.id – Kepercayaan dunia internasional terhadap kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati kembali terbukti. Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia itu resmi ditunjuk Bank Dunia sebagai Independent Co-Chair of International Development Association (IDA) ke-22, posisi strategis yang berperan menggalang dukungan pendanaan bagi negara-negara berpendapatan rendah.
Penunjukan tersebut menempatkan Sri Mulyani sebagai pemimpin bersama proses pengisian kembali dana IDA22 bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe. Keduanya akan memimpin upaya membangun komitmen pendanaan dari negara donor sekaligus memperkuat dukungan kebijakan bagi negara-negara penerima manfaat.
Bank Dunia menyatakan Sri Mulyani dipilih melalui proses seleksi yang melibatkan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
“Dia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” demikian keterangan resmi Bank Dunia.
International Development Association (IDA) merupakan lembaga pendanaan di bawah Grup Bank Dunia yang berfokus membantu negara-negara termiskin melalui pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, serta hibah untuk mendukung pembangunan ekonomi, meningkatkan ketahanan, dan mengurangi kemiskinan ekstrem.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan pendanaan lebih dari USD632 miliar kepada 115 negara untuk membiayai berbagai proyek pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Proses pengisian kembali dana IDA22 akan dimulai pada Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Sementara itu, pertemuan final untuk memperoleh komitmen pendanaan dari negara-negara donor dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
Dana yang berhasil dihimpun melalui IDA22 nantinya akan menjadi sumber pembiayaan konsesional bagi 78 negara hingga tahun 2031.
Bank Dunia juga menilai pengalaman panjang Sri Mulyani di bidang pembiayaan pembangunan menjadi alasan utama penunjukan tersebut.
“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tulis Bank Dunia.
Sejak siklus IDA18, proses pengisian kembali dana IDA memang dipimpin oleh dua ketua bersama, yakni seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman luas di bidang pembangunan internasional dan seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh presiden lembaga tersebut. Dengan penunjukan ini, Sri Mulyani kembali mendapat kepercayaan untuk memainkan peran penting dalam mendukung agenda pembangunan global.












