Jember, Jatimmandiri.id – Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Lembaga Pelestari Seni dan Olahraga Tradisional Nusantara (LPSN) di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Jember mulai mematangkan persiapan menghadapi Festival Olahraga Provinsi (Forprov) Jawa Timur III yang akan digelar di Kabupaten Jember pada November 2026.
Ketua Umum Inorga LPSN Jember, H. Kholid Ashari, SE, MM, mengatakan pihaknya telah menyeleksi atlet terbaik untuk memperkuat kontingen Jember pada ajang olahraga masyarakat tingkat provinsi tersebut.
Dari 40 peserta yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 12 atlet dinyatakan lolos dan dipersiapkan untuk mengikuti Forprov Jatim III 2026.
“Sebanyak 12 atlet telah kami siapkan untuk menghadapi Forprov Jatim III. Nama-nama atlet yang lolos seleksi akan diumumkan pada 9 Agustus 2026, kemudian mereka akan mengikuti pemusatan latihan sesuai program KORMI Jember,” ujar Kholid Ashari saat ditemui di Cafe Rindang, Jalan Kalimantan, Jember, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, para atlet sejatinya telah menjalani training center (TC) mandiri sejak April 2026. Latihan dilakukan secara rutin tiga kali setiap pekan, yakni pada Rabu, Sabtu, dan Minggu di Lapangan Outdoor Universitas Jember (Unej).
Memasuki tahap berikutnya, pemusatan latihan secara terpusat dijadwalkan berlangsung mulai Agustus hingga Oktober 2026. Selama periode tersebut, para atlet akan menjalani latihan mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu.
Optimistis Raih Tiga Medali Emas
Menghadapi Forprov Jatim III yang berlangsung di kandang sendiri, LPSN Jember memasang target tinggi dengan membidik tiga medali emas.
Menurut Kholid, target tersebut cukup realistis karena pada penyelenggaraan Festival Olahraga Daerah (Forda) I di Malang maupun Forda II di Surabaya, atlet-atlet LPSN Jember selalu mampu menyumbangkan medali emas.
“Sebagai tuan rumah, kami ingin mempertahankan tradisi meraih medali emas. Target kami tiga medali emas, meskipun kami tetap mewaspadai kekuatan Kota Surabaya dan Kota Malang yang selama ini menjadi pesaing utama,” katanya.
Selain fokus pada persiapan atlet, LPSN Jember juga mengusulkan agar venue pertandingan cabang olahraga tradisional ditempatkan di Alun-Alun Jember. Lokasi tersebut dinilai strategis karena mudah diakses masyarakat sekaligus dapat menjadi sarana promosi olahraga tradisional kepada publik.
KORMI Jember Siapkan TC Terpusat
Sementara itu, Ketua KORMI Jember, H. Tri Basuki, mengatakan seluruh Inorga di Kabupaten Jember akan mengikuti pemusatan latihan terpusat mulai Agustus hingga Oktober 2026.
Program tersebut melibatkan 31 Inorga dengan durasi latihan yang disesuaikan kebutuhan masing-masing cabang olahraga, minimal delapan jam setiap hari selama masa pemusatan latihan.
Ia berharap pelaksanaan TC mendapat dukungan anggaran dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Jember, baik untuk kebutuhan atlet, pelatih, maupun tim monitoring dan evaluasi (monev).
KORMI Jember juga menetapkan target minimal dua medali emas bagi setiap Inorga pada Forprov Jatim III sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengoptimalkan prestasi Jember sebagai tuan rumah.
Selain itu, KORMI menegaskan bahwa Inorga yang tidak mampu meraih medali pada Forprov Jatim III akan menjadi bahan evaluasi. Bahkan, Inorga tersebut berpotensi tidak diikutsertakan dalam Festival Olahraga Provinsi Jawa Timur berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 2028.












