Edu-Life & Sport

Jatim Empat Kali Beruntun Juara LKS Nasional

×

Jatim Empat Kali Beruntun Juara LKS Nasional

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat menyambut kontingen Jatim yang meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (1/8/2026).
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id –  Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Kontingen Jatim sukses meraih gelar juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut setelah mengoleksi 30 medali, sekaligus menempatkan provinsi ini di peringkat pertama nasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing tinggi, kreatif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun kompetisi global.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Pemprov Jawa Timur akan terus berkomitmen penuh dalam penyediaan ekosistem yang mampu melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Khofifah di Surabaya, Minggu.

Pada LKS Nasional 2026, kontingen Jawa Timur membukukan 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu, mengungguli DKI Jakarta di posisi kedua serta Jawa Tengah di peringkat ketiga. Menurut Khofifah, hasil tersebut mencerminkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing siswa SMK Jawa Timur yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
LKS juga menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi sekaligus ruang menunjukkan kemampuan dan inovasi peserta didik sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (dudika).

Ia menyebut penurunan tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK menjadi indikator penguatan hubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari 5,87 persen pada Februari 2025.
“Ini karena kurikulum, program magang, hingga partnership dengan dudika ini sudah nyekrup. Sehingga tingkat kediterimaan dan keterserapan di dunia kerja ini cukup tinggi,” katanya.
Khofifah meminta kepala sekolah, guru pembimbing, dan pelatih terus meningkatkan kualitas pembinaan agar prestasi Jawa Timur dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Baca Juga  Tim ITS Borong Prestasi di Hackathon SKK Migas

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pelaksanaan LKS tahun ini lebih menantang karena menggunakan format hibrida serta menghadirkan cabang baru kecerdasan artifisial atau artificial intelligence.
“Salah satunya adalah artificial intelligence yang pertama kali digelar tahun ini, ternyata bisa dikuasai oleh anak-anak kita dari Jatim,” kata Aries.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada peraih medali emas sebesar Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, perunggu Rp5 juta, dan Medallion for Excellence Rp2,5 juta. Peserta yang belum meraih medali juga menerima sertifikat dan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *