Lima Anak Selamat Tapi Tak Tercatat
Surabaya, Jatim Mandiri
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengevaluasi data manifes dan operator KMP Mutiara Sentosa II, seiring investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kebakaran kapal itu di perairan utara Sumenep, Senin (3/8). Materi investigasi juga kian lengkap seiring kepastian manifes sejumlah berisi 236 penumpang, 234 penumpang telah dievakuasi, dua lainnya masih dalam pencarian.
Saat meninjau korban selamat di Pelabuhan Kalianget dan Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (3/8), Dudy, mendapati lima penumpang anak yang selamat. Padahal, kelima anak itu tidak tercantum dalam manifes resmi.
Pemerintah juga masih melakukan pencocokan data manifes untuk memastikan seluruh penumpang telah terdata. “Kenapa tidak tercatat di dalam manifes. Mestinya kan setiap penumpang yang ada di dalam kapal semua harus dicatat,” kata Dudy.
Menhub memastikan evaluasi terhadap PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) selaku operator kapal, juga dilakukan setelah KNKT menyelesaikan investigasi. Menurutnya, perusahaan tersebut tercatat telah dua kali mengalami insiden kecelakaan kapal.
“Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi lesson learned buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan,” ujarnya.
Dudy menambahkan, KMP Mutiara Sentosa II tidak tenggelam dan masih terapung meski sempat terbakar. Ia juga mengakui proses evakuasi menghadapi kendala komunikasi di lapangan sehingga pemindahan penumpang ke kapal penyelamat membutuhkan waktu demi menjaga keselamatan.
Di sisi lain, Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim meminta investigasi dilakukan secara objektif. Dia juga mendorong Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menjatuhkan sanksi apabila ditemukan unsur human error.
“Jika nanti ditemukan unsur human error, itu domain KSOP untuk memberikan punishment atau sanksi. Tetap harus ada konsekuensi hukum atas kejadian ini. Namun, saat ini mari kita fokus dan berdoa agar korban hilang segera ditemukan,” kata Halim.
Sementara itu, Kantor SAR Surabaya memastikan manifes KM Mutiara Sentosa II berisi 236 penumpang dalam insiden kebakaran di perairan utara Sumenep. Hingga Senin sore (3/8), sebanyak 234 penumpang telah dievakuasi, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menjelaskan, jumlah manifes dipastikan setelah dilakukan verifikasi bersama pihak operator kapal. Awalnya kapal direncanakan mengangkut 286 penumpang, namun 50 orang batal berangkat karena 31 kendaraan tidak terangkut.
“Konfirmasi awal dari owner adalah 286. Setelah kami konfirmasi kembali, ada 31 kendaraan yang tidak ikut terangkut sehingga sekitar 50 orang tidak jadi berangkat. Jadi jumlah manifes menjadi 236 orang,” kata Nanang di Posko Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Dari total 236 penumpang dalam manifes, sebanyak 234 orang telah dievakuasi, terdiri atas 229 korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Dua penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.
Nanang mengatakan, hasil pemantauan dari udara maupun laut belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar kapal maupun lokasi kejadian.
“Secara visual di atas kapal Mutiara Sentosa II tidak terlihat ada korban. Di perairan sekitarnya juga belum terlihat adanya korban, sehingga kami belum bisa memastikan keberadaan korban yang masih dicari,” ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 57 korban yang berada di kapal TB Hasnur 26 dijadwalkan dipindahkan ke KN Masalembo untuk dibawa ke Surabaya. Seluruh korban akan didata dan dicocokkan kembali dengan manifes guna memastikan identitas serta jumlah penumpang secara akurat. (har/ant/ibn)













