Ekbis

Menteri PPN Apresiasi Potensi Industri Lamongan

×

Menteri PPN Apresiasi Potensi Industri Lamongan

Sebarkan artikel ini
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy (tengah) didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kanan) meninjau kawasan industri Pantura di PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS), Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
Example 468x60

Lamongan, Jatimmandiri.id –  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy menilai sinergi antara sektor pertanian dan industri menjadi modal utama Kabupaten Lamongan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. Integrasi kedua sektor tersebut diyakini mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Pernyataan itu disampaikan Rachmat saat meninjau kawasan industri PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS) di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat. Menurutnya, Lamongan memiliki fondasi ekonomi yang kuat berkat sektor pertanian yang berkembang dan peluang pengembangan industri yang masih terbuka lebar.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Lamongan memiliki kekuatan di sektor pertanian yang dapat diintegrasikan dengan industri sehingga menciptakan nilai tambah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jumat.

Selain itu, Rachmat juga mengapresiasi keberadaan PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS) yang didukung fasilitas pelabuhan berstandar internasional. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat posisi Lamongan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Pantura Jawa Timur.

Ia menilai pengembangan pelabuhan perlu diiringi peningkatan konektivitas infrastruktur jalan untuk memperkuat investasi, memperlancar sistem logistik, serta mendorong percepatan pengembangan kawasan industri Pantura.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan struktur perekonomian daerahnya ditopang sektor pertanian yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), disusul sektor industri pengolahan sekitar 12 persen.

Ia menjelaskan Kabupaten Lamongan telah menetapkan kawasan peruntukan industri seluas 7.419 hektare, dengan sekitar 6.128 hektare lahan yang masih tersedia untuk pengembangan investasi baru.

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengusulkan sejumlah proyek strategis kepada pemerintah pusat, antara lain pelebaran Jalan Daendels yang menghubungkan Manyar di Kabupaten Gresik hingga perbatasan Kabupaten Tuban, percepatan pembangunan Jalan Tol Gresik-Tuban, serta pengembangan sistem penyediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan industri dan investasi.

Example 300250
Baca Juga  Cegah Gagal Panen, Pemkab Lamongan Gelar Gerdal Wereng Batang Coklat Serentak di 19 Kecamatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memperkuat sinergi penyelesaian…

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Kekhawatiran terhadap pengawasan pajak masih menjadi alasan utama banyak pelaku usaha mikro enggan memaksimalkan penggunaan pembayaran digital….

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Mulai Senin (3/08), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan sistem notasi khusus baru pada kode saham…