Kota Besar

Ketegangan di Segitiga Teuku Umar: Saat Surabaya Bersiap Menyambut Kepungan 10.000 Pesilat

×

Ketegangan di Segitiga Teuku Umar: Saat Surabaya Bersiap Menyambut Kepungan 10.000 Pesilat

Sebarkan artikel ini
Pesilat
Situasi Jl Teuku Umar sisi utara, dari Jl Raya Pandegiling, tampak aparat Kepolisian sedang berjaga-jaga (har)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Rencana kepungan 10.000 massa pesilat ke markas Debt Collector (DC) dan Mapolresta Surabaya memicu siaga satu keamanan di Kota Pahlawan.

  • Aparat gabungan TNI-Polri bersama armada garnisun memperketat penjagaan di segitiga jalan krusial: Jl. Teuku Umar, Jl. Sam Ratulangi, dan Jl. Cokroaminoto.

  • Satlantas Polrestabes Surabaya menerapkan rekayasa arus lalu lintas masif di kawasan protokol seperti Basuki Rahmat, Pandegiling, hingga Urip Sumoharjo guna mengantisipasi kelumpuhan jalan.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Udara di sekitar kawasan jantung kota Surabaya terasa lebih pekat dan berdenyut kencang dari biasanya pada Jumat (31/7/2026) siang. Di bawah terik matahari, Kota Pahlawan hari ini sedang menahan napas.

Penjagaan super ketat berlapis disiagakan penuh, menyasar pengamanan di tiga lajur jalan yang saling bertautan: Jalan Teuku Umar, Jalan Sam Ratulangi, hingga Jalan Cokroaminoto.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bukan tanpa alasan aparat gabungan TNI-Polri berdiri tegap dengan pandangan waspada. Surabaya tengah bersiap menyambut kedatangan gelombang massa raksasa.

Tak main-main, sekitar 10.000 pesilat dikabarkan bergerak satu komando, mengancam akan mengepung dua titik utama: markas Debt Collector (DC) serta Mapolresta Surabaya.

Pantauan Langsung di Lapangan

Berdasarkan pantauan langsung jatimmandiri.id di lokasi, ketegangan mulai terasa sejak menjelang siang. Di sekitar ruas jalan tersebut, terlihat jelas kesiagaan penuh dari aparat keamanan untuk mengantisipasi kedatangan massa aksi demonstran yang diperkirakan mencapai sepuluh ribu orang.

Pesilat
Situasi Jl. Teuku Umar sisi selatan dari Jl RA Kartini, tampak aparat TNI berjaga-jaga (har)

Ada lebih dari lima armada kendaraan taktis dan dua garnisun dari aparat gabungan yang terparkir bersiaga di sekitar bahu jalan. Personel TNI-Polri tampak berjaga-jaga dengan membentuk barikade proteksi guna memastikan area tersebut tetap steril dan kondusif dari potensi gesekan vertikal.

Membentengi Simpul Perbatasan, Mengurai Simpul Kemacetan

Bergeraknya ribuan massa pesilat dari berbagai penjuru luar kota menuju satu titik kumpul di Surabaya memaksa kepolisian bekerja ekstra cepat guna mengamankan arus pergerakan. Fokus utama petugas adalah memastikan rombongan tidak memutus urat nadi perekonomian dan aktivitas warga kota.

Baca Juga  Cahyo Harjo Soroti Kasus Kekerasan Digital Anak di Jatim

Sebelumnya, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, menyampaikan bahwa personelnya telah disebar dan diposisikan memagari simpul-simpul jalan utama, khususnya jalur masuk (pintu gerbang) dari luar daerah yang akan masuk ke Surabaya.

“Kami menempatkan personel untuk pengamanan ketat di simpul-simpul jalan yang akan dilalui sejak dari titik kumpul awal massa unjuk rasa yang masuk ke Surabaya. Petugas bersiaga di titik rawan demi kelancaran bersama,” jelas AKBP Galih Bayu Raditya.

Panduan Rekayasa Arus Lalu Lintas (Alih Jalur Protokol)

Mengingat skala massa yang luar biasa besar, Satlantas Polrestabes Surabaya memberlakukan pengalihan arus lalu lintas secara dinamis untuk menghindari terjadinya penguncian volume kendaraan (gridlock).

Berikut panduan rekayasa lalu lintas yang wajib diperhatikan oleh pengguna jalan:

Jalur Asal / Akses Utama Skema Pengalihan Arus Petugas
Jalan Basuki Rahmat Dialihkan penuh menuju ke arah Jalan Pandegiling Sisi Barat.
Jalan Panglima Sudirman Arus kendaraan menuju Jalan Basuki Rahmat diluruskan ke Jalan Urip Sumoharjo.
Jalan Pandegiling Akses menuju Jalan Teuku Umar diluruskan ke arah Jalan Imam Bonjol.
Jalan RA Kartini Akses menuju Jalan Teuku Umar diluruskan ke arah Jalan Imam Bonjol.
Jalan Cokroaminoto & Sam Ratulangi Akses menuju Jalan Teuku Umar dialihkan ke Jalan Pandegiling dan Jalan RA Kartini.

Imbauan bagi Warga Kota Pahlawan

Hingga sore hari, petugas gabungan di lapangan terus memantau pergerakan rombongan massa pesilat. Kendati situasi di tiga lajur pengamanan utama (Teuku Umar – Sam Ratulangi – Cokroaminoto) relatif terkendali di bawah pengawasan ketat aparat keamanan, pengguna jalan diminta tetap waspada dan mencari jalur alternatif.

Pihak kepolisian pun secara khusus menitipkan pesan agar masyarakat, terutama para pengendara yang terjebak dalam kepadatan lalu lintas, dapat menjaga emosi dan berkendara dengan kepala dingin.

Baca Juga  Santuni 1.500 Anak Yatim Lintas Agama, Pemkot Surabaya Perkuat Semangat Toleransi dan Kepedulian Sosial

“Kami meminta kerja sama dari seluruh masyarakat pengendara untuk tetap tertib dan sabar di jalan. Demi kelancaran bersama, mohon ikuti petunjuk serta pengalihan arus yang diarahkan oleh petugas kami di lapangan,” tutur AKBP Galih menutup keterangannya.

Hingga berita ini diunggah belum ada pergerakan massa pesilat ke markas Debt Collector (DC) jalan Teuku Umar.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *