Dalam NegeriKota Besar

Tekan Perundungan, Mu’ti Dorong Pendidikan Karakter

×

Tekan Perundungan, Mu’ti Dorong Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen perundungan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti instruksikan penguatan budaya sekolah aman dan nyaman untuk tekan maraknya kasus perundungan (bullying).

  • Mu’ti tegaskan dampak perundungan mengancam mental anak, serta dorong sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat lewat pendidikan karakter.

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Kasus perundungan (bullying) yang masih kerap membayangi lingkungan sekolah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa satuan pendidikan wajib menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik agar proses belajar serta tumbuh kembang anak berjalan tanpa rasa takut.

Mendikdasmen menggarisbawahi bahwa pemerintah saat ini secara masif mendorong penanaman budaya saling menghormati di lingkungan sekolah guna mengikis berbagai potensi intimidasi fisik maupun verbal.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Kita sekarang sedang mengembangkan budaya aman dan nyaman. Karena memang banyak sekali perundungan yang terjadi dan itu harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Abdul Mu’ti pada Selasa (28/7/2026).

Dampak Mental dan Perlunya Pendekatan Komprehensif

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa perundungan bukanlah persoalan sepele yang dapat diabaikan. Dampak psikologis dari aksi intimidasi tersebut berpotensi merusak kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, hingga mengganggu masa depan anak secara jangka panjang.

Oleh karena itu, penanganan perundungan tidak dapat ditumpukan pada peran instansi sekolah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari segenap elemen.

“Budaya saling menghormati harus kita bangun bersama. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua, guru, dan masyarakat harus ikut menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi,” tegasnya.

Penguatan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong akselerasi pendidikan karakter sejak usia dini.

Baca Juga  Cak Ji Minta Anggaran Pakan Satwa KBS Jangan Dicopet Lagi!

Penanaman nilai-nilai dasar seperti empati, toleransi, kepedulian, dan rasa tanggung jawab dianggap sebagai benteng utama dalam membentuk iklim sosial yang sehat di kalangan pelajar.

Melalui fondasi karakter yang kokoh, para siswa diharapkan memiliki keberanian sosial untuk menolak segala bentuk tindak kekerasan dan perundungan di lingkungan mereka.

Dengan diperkuatnya sinergi antara lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, Abdul Mu’ti optimistis ekosistem pendidikan Indonesia mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati tinggi dan berkarakter kuat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Khofifah Didesak Lakukan Evaluasi Total Surabaya, Jatim Mandiri Perkembangan kasus dugaan pungutan liar (pungli) proses perizinan di Dinas Energi dan…