Dihantam Ombak 3 Meter, KM Virgo Terbalik
Banjarmasin, Jatim Mandiri
Tim SAR gabungan masih mencari 128 dari 243 orang di KM Virgo Transport 8 setelah kapal terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9). Sebanyak 115 orang telah ditemukan, terdiri atas 109 korban selamat dan enam meninggal dunia, hingga Senin sore (14/9).
Basarnas mengungkapkan kapal sempat diterjang cuaca buruk dan ombak yang diperkirakan melebihi tiga meter. Informasi tersebut dihimpun dari keterangan sejumlah penumpang selamat dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, para penyintas menyampaikan bahwa ombak sempat masuk ke bagian dalam kapal. “Disampaikan bahwa diawali dari adanya cuaca buruk. Itu dikonfirmasi atau dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak itu bisa masuk sampai ke dalam kapal Virgo Transport 8 ini,” kata Syafii.
Menurut dia, masuknya air laut ke dalam kapal mengindikasikan ombak saat kejadian cukup tinggi. “Kita sama-sama tahu kalau ombak itu bisa masuk, berarti pada saat itu memang lebih dari tiga meter. Itu dari informasi yang didapat,” ujarnya.
Basarnas juga menggunakan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mengetahui kondisi perairan. Keterangan para penyintas menjadi informasi tambahan dalam operasi SAR.
Namun, Basarnas belum menyimpulkan cuaca buruk maupun gelombang tinggi sebagai penyebab kecelakaan. Penetapan penyebab memerlukan investigasi teknis berdasarkan data dan fakta dari berbagai sumber.
“Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi juga sudah bergabung dengan kita untuk mengumpulkan informasi data-data. Hasilnya nanti bisa menjadi bahan investigasi,” ujar Syafii.
KNKT akan mengumpulkan data dan informasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Penyebab pasti terbaliknya KM Virgo Transport 8 masih menunggu hasil investigasi sesuai prosedur keselamatan transportasi.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Marinir Edy Prakoso mengatakan, nakhoda sempat melaporkan kapal mengalami kemiringan pada Minggu pukul 04.10 WIB.
“Yang disampaikan oleh nakhoda kapal Virgo tersebut ini juga kejadian kemiringan kapal,” kata Edy. Berdasarkan laporan awal dari kapal, kemiringan terjadi setelah ombak menghantam lambung kanan. Komunikasi dengan kapal kemudian terputus saat petugas mencoba menghubunginya kembali.
“Ini akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini informasi yang kami dapat langsung dari kapal,” lanjut Edy.
Kapal kemudian ditemukan tim SAR gabungan melalui pemantauan udara. Rekaman menunjukkan lambung kapal berada di permukaan, sedangkan bagian dek telah terendam.
Dari 115 korban yang ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.
Satu korban lainnya tiba di Lanud Syamsudin Noor. Sementara itu, 28 korban masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.
KM Virgo Transport 8 membawa 213 penumpang dan 30 awak kapal. Kapal dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Posisi kecelakaan berada sekitar 80 mil laut dari lokasi Basarnas saat menyampaikan perkembangan operasi. Pencarian terus dilakukan untuk menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya. (ant/ibn)












