Dalam Negeri

Wakapolri Resmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik di Akpol, Cetak Perwira Polri Berbasis AI dan Big Data

×

Wakapolri Resmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik di Akpol, Cetak Perwira Polri Berbasis AI dan Big Data

Sebarkan artikel ini
Wakapolri, Dedi Prasetyo, Akademi Kepolisian, Akpol, Laboratorium Sosial Sains Kepolisian, Scientific Policing, Artificial Intelligence, AI, Big Data, Evidence Based Policing, Pendidikan Polri, Taruna Akpol, Lemdiklat Polri, Polda Jawa Tengah, Bank Himbara, Semarang, Polri
Example 468x60

Semarang, Jatimmandiri.id – Akademi Kepolisian (Akpol) terus melakukan transformasi dalam sistem pendidikan kepolisian dengan menghadirkan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik.

Kedua fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Kampus Akpol Semarang, Senin (6/7/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya modernisasi pendidikan Polri untuk mencetak calon perwira yang mampu mengambil keputusan secara ilmiah, berbasis data, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolri mengatakan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik merupakan implementasi reformasi pendidikan Polri guna mempersiapkan taruna menjadi first line supervisor sekaligus the next leader di institusi kepolisian.

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut setiap anggota Polri memiliki kemampuan analisis yang kuat sehingga pengambilan keputusan tidak lagi hanya berdasarkan pengalaman, tetapi juga didukung data yang akurat.

“Taruna harus dibekali kemampuan mengambil keputusan berbasis data. Karena itu kami mengembangkan sistem pembelajaran yang memanfaatkan big data, Artificial Intelligence (AI), dan analisis yang komprehensif agar setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara hukum,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Laboratorium Berbasis Simulasi dan Evidence-Based Policing

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menghadirkan simulasi berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi AI, coding, serta analisis big data, para taruna dilatih memahami dinamika sosial, memetakan potensi gangguan kamtibmas, hingga merumuskan solusi berbasis bukti atau evidence-based policing.

Sebagai bagian dari penguatan proses pembelajaran, Polda Jawa Tengah juga ditetapkan sebagai Teaching Laboratory Akpol. Dengan konsep tersebut, para taruna dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menganalisis berbagai persoalan keamanan di lapangan menggunakan pendekatan yang humanis sebelum memasuki dunia tugas kepolisian.

Baca Juga  Ngegas ke Puncak Nasional, Bank Jatim Kantongi Apresiasi DPD RI Jadi BPD Nomor 1

Enam Kelas Tematik Dukung Pembelajaran Interaktif

Selain laboratorium, Akpol juga menghadirkan Kelas Tematik sebagai metode pembelajaran berbasis studi kasus yang dikemas secara visual, interaktif, dan aplikatif.

Saat ini tersedia enam kelas tematik yang meliputi bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), Brimob, Reserse Kriminal (Reskrim), Identifikasi (Ident), dan Laboratorium Forensik.

Ke depan, seluruh fungsi teknis kepolisian ditargetkan memiliki kelas tematik sebagai media pembelajaran yang terintegrasi sehingga para taruna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tugas kepolisian.

Indonesia Jadi Negara Kelima di Asia

Perumus Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang juga Pati Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium tersebut merupakan implementasi arahan Wakapolri dalam memperkuat kualitas pendidikan kepolisian melalui pendekatan akademik modern.

Ia menegaskan, Laboratorium Sosial Sains Kepolisian bukan laboratorium eksakta, melainkan ruang diskusi, penelitian, dan simulasi fenomena sosial yang bertujuan membentuk calon perwira dengan pola pikir sistematis, kritis, reflektif, serta mampu menerapkan evidence-based policing dalam setiap pengambilan keputusan.

Konsep laboratorium ini disusun melalui diskusi bersama para akademisi, guru besar, dan pakar, serta hasil studi komparatif ke sejumlah lembaga pendidikan kepolisian di Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Australia.

“Dengan diresmikannya Laboratorium Sosial Sains Kepolisian, Indonesia kini menjadi negara kelima di Asia yang memiliki fasilitas pendidikan kepolisian berbasis ilmu sosial tersebut,” jelas Irjen Pol. Susilo.

Didukung Bank Himbara dan Alumni Polri

Pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik mendapat dukungan dana hibah dari jajaran Bank Himbara yang terdiri atas BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BSI, serta sumbang bhakti para alumni Polri.

Baca Juga  Desa Les Buleleng Tunjukkan Harmoni Wisata, Budaya, dan Lingkungan Berkelanjutan

Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, dunia perbankan, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *