Dalam Negeri

Ngegas ke Puncak Nasional, Bank Jatim Kantongi Apresiasi DPD RI Jadi BPD Nomor 1

×

Ngegas ke Puncak Nasional, Bank Jatim Kantongi Apresiasi DPD RI Jadi BPD Nomor 1

Sebarkan artikel ini
Bank Jatim dinilai konsisten dalam mengarsiteki ekosistem ekonomi daerah yang inklusif melalui tata kelola yang matang dan kepemimpinan yang visioner.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) paling tangguh di Tanah Air.

Transformasi manajemen yang progresif serta capaian laba tertinggi di industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) menempatkan Bank Jatim dalam radar positif legislator nasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Langkah strategis ini mendapat apresiasi langsung dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr Lia Istifhama.

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menilai, performa gemilang Bank Jatim tidak sekadar tecermin dari angka-angka di laporan keuangan.

Lebih dari itu, Bank Jatim dinilai konsisten dalam mengarsiteki ekosistem ekonomi daerah yang inklusif melalui tata kelola yang matang dan kepemimpinan yang visioner.

“Bank Jatim hari ini menunjukkan bahwa BUMD bisa naik kelas, tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Ini yang saya sebut sebagai BUMD paling solid, karena mampu menjaga keseimbangan antara profit, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Ning Lia, Selasa (7/7).

Langkah Bank Jatim dalam memacu transformasi digital serta penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) juga dinilai sebagai strategi jitu untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus mendongkrak daya saing di level nasional.

“Dengan roadmap yang jelas dan kolaborasi antar-BPD melalui KUB, saya optimistis Bank Jatim tidak hanya menjadi yang terbaik di daerah, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi nomor satu di tingkat nasional,” tegas Ning Lia.

Menanggapi visi besar tersebut, Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa dalam rapat kerja tahunan manajemen, disepakati bahwa ultimate objective perseroan melampaui sekadar pemburuan profit semata.

Bank Jatim berkomitmen penuh untuk mendorong inklusi, meningkatkan literasi keuangan, dan membuka akses pembiayaan seluas-luasnya demi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Kisah Haru Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Bali, Prabowo Dinilai Buka Jalan Masa Depan Anak-anak

“Untuk menyokong target tersebut, Bank Jatim memaksimalkan jaringan distribusinya yang kuat, mencakup 244 kantor cabang termasuk ekspansi infrastruktur di Jakarta,” kata dia.

”Di sisi lain, kapasitas teknologi mobile banking terus di-upgrade guna menghadirkan fleksibilitas transaksi tanpa batas bagi nasabah,” sambungnya.

Melalui kemudahan akses digital ini, Bank Jatim siap menggenjot penyaluran kredit. Manajemen mengakui bahwa porsi kredit saat ini masih didominasi sektor konsumtif sebesar 55 persen.

Namun, langkah agresif kini tengah berjalan masif untuk menggeser porsi tersebut ke arah sektor produktif, khususnya demi menopang geliat pelaku UMKM daerah.

Demi mempertahankan predikat sebagai BPD sehat dan terbaik, manajemen berfokus pada penguatan tiga pilar utama.

Yakni, struktur permodalan, transformasi teknologi, dan kapasitas SDM.

Bank Jatim kini tidak lagi bekerja berdasarkan target jangka pendek. Manajemen telah merancang peta jalan bisnis jangka panjang untuk periode 2027-2028.

Rencana strategis ini diproyeksikan mampu menjadi benchmark atau percontohan, bahkan bagi jajaran BUMN.

Rencana besar tersebut dirangkum ke dalam lima pilar utama, meliputi penguatan tata kelola, optimalisasi ekosistem bisnis, transformasi teknologi informasi, penguatan human capital, serta optimalisasi Kelompok Usaha Bank (KUB).

Langkah KUB ini menjadi sangat krusial di tengah regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan pemenuhan modal inti minimum Rp 3 triliun bagi BPD.

“Kami membuka peluang sinergi KUB dengan lima BPD lainnya di Indonesia, seperti BPD NTT dan NTB. Sinergi ini akan membuat pondasi perbankan daerah makin kuat. Jika ada pengusaha di daerah mereka yang butuh fasilitas pembiayaan besar, Bank Jatim siap meng-cover,” urai Winardi.

Ketangguhan industri BPD dalam menghadapi dinamika ekonomi global juga diakui oleh Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah, dan Daerah OJK, Defri Andri.

Baca Juga  Menuju Panggung Unesco, Komunitas Seni dan Budaya Gelar Srawung Aksara Kawi di Malang

Ia memaparkan bahwa kekuatan industri BPD saat ini tercermin dari tingkat permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kokoh di level 26,19 persen, melampaui rata-rata CAR industri perbankan nasional yang berada di angka 25,09 persen.

OJK menilai skema KUB yang diimplementasikan oleh Bank Jatim merupakan solusi taktis untuk menjaga stabilitas sistem perbankan daerah.

Melalui skema ini, BPD yang telah mapan dapat menyokong dan memperkuat modal BPD lain yang masih berkembang.

“Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan ritel semata. Namun, harus mampu mendorong akselerasi dan sinergi ekonomi riil antar-daerah,” pungkas Defri Andri.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *