Nasional

Desa Les Buleleng Tunjukkan Harmoni Wisata, Budaya, dan Lingkungan Berkelanjutan

×

Desa Les Buleleng Tunjukkan Harmoni Wisata, Budaya, dan Lingkungan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Melalui program Desa Sejahtera Astra, Desa Les berkembang menjadi desa wisata berbasis masyarakat yang tetap menjaga identitas lokal serta keberlanjutan alamnya. Sebagai desa pesisir, Desa Les memiliki kekayaan bentang alam yang lengkap.
Example 468x60

Bali, Jatimmandiri.id-Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata dan arus modernisasi, Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, menjadi contoh nyata bahwa pembangunan desa dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan lingkungan.

Melalui program Desa Sejahtera Astra, Desa Les berkembang menjadi desa wisata berbasis masyarakat yang tetap menjaga identitas lokal serta keberlanjutan alamnya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebagai desa pesisir, Desa Les memiliki kekayaan bentang alam yang lengkap, mulai dari perbukitan hijau, lahan pertanian yang subur, hingga garis pantai yang dimanfaatkan warga untuk aktivitas pertanian, perikanan, dan produksi garam tradisional.

Potensi ini didukung dengan beragam daya tarik wisata, seperti wisata pesisir, air terjun, hingga aktivitas berbasis komunitas yang memperkuat konsep pariwisata berkelanjutan.

Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2024, berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat dijalankan melalui empat pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Program tersebut telah menjangkau lebih dari 800 warga, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 25 persen, membuka lapangan kerja baru, serta membantu pemasaran produk lokal hingga terserap sepenuhnya.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, dan identitas budaya.

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami meyakini pembangunan desa harus mampu menjaga harmoni antara kemajuan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta budaya lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, masyarakat bersama kader aktif menjalankan program Posyandu, edukasi kehamilan, serta pemberian makanan tambahan bagi anak dengan kondisi stunting dan gizi kurang.

Sementara itu, di bidang pendidikan, generasi muda didorong mengembangkan potensi desa melalui pelatihan bahasa Inggris dan peningkatan kapasitas di sektor pariwisata.

Baca Juga  Kemnaker dan IJTI Perkuat Kompetensi Jurnalis Muda Hadapi Era AI dan Transformasi Digital

Program ini bertujuan mencetak pemandu wisata lokal yang siap melayani wisatawan mancanegara.

Melalui kelas alam yang diikuti pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK, kemampuan komunikasi bahasa Inggris generasi muda semakin meningkat.

Pada sektor lingkungan, warga aktif melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta produksi pupuk kompos.

Melalui program Les Grow, masyarakat mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk kebun terpadu yang dikelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), bahkan sebagian hasilnya memiliki nilai ekonomi karena dipasarkan kembali.

Di bidang kewirausahaan, tradisi pembuatan garam tradisional tetap dipertahankan sebagai warisan budaya.

Dengan metode alami, masyarakat mampu memproduksi dua hingga tiga ton garam setiap panen yang dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Penguatan ekonomi desa juga didukung kerja sama dengan BUMDes Giri Segara dalam pemasaran produk unggulan dan pengembangan UMKM. Bahkan, Pemerintah Provinsi Bali turut melakukan pembelian garam sekitar satu ton per bulan dengan nilai mencapai kurang lebih Rp25 juta.

Keberhasilan pengelolaan desa berbasis masyarakat dan keberlanjutan ini mengantarkan Desa Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata.

Program Desa Sejahtera Astra sejalan dengan komitmen Astra dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, sekaligus mewujudkan kesejahteraan bersama masyarakat secara berkelanjutan.

Example 300250
Penulis: redaksiEditor: Eko Yudiono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *