BeritaPendidikan

Tetap Kawal SRT meski Infrastruktur Terbatas

×

Tetap Kawal SRT meski Infrastruktur Terbatas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Probolinggo, Jatim Mandiri

Keterbatasan infrastruktur tidak menghalangi Pemkot Probolinggo memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) tetap berjalan. Hal ini ditegaskan Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula SRT 7, Senin (13/7).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Aminuddin, keberlangsungan proses pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah meski pembangunan fasilitas permanen masih tahap persiapan. Renovasi bangunan yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial menjadi solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.

“Yang terpenting, proses belajar anak-anak tidak boleh terhenti. Sambil menyiapkan pembangunan sekolah permanen, kami memastikan seluruh kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, Pemkot Probolinggo terus mengawal seluruh tahapan pelaksanaannya, agar tujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dapat tercapai.

“Pendidikan yang layak akan melahirkan generasi cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Ini menjadi investasi penting menuju Indonesia Emas,” lanjut dia.

Selain memastikan proses belajar tetap berlangsung, pemerintah juga membangun ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Tidak hanya peserta didik yang mendapat pendampingan, para orang tua juga memperoleh pelatihan keterampilan dan program pemberdayaan ekonomi agar peningkatan kualitas pendidikan berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan keluarga.

“Sekolah Rakyat bukan hanya membangun anak-anaknya, tetapi juga menguatkan keluarganya. Ketika pendidikan dan kesejahteraan berjalan bersama, maka peluang memutus rantai kemiskinan akan semakin besar,” katanya.

Aminuddin juga mengapresiasi berbagai capaian SRT 7 sejak beroperasi pada 2025. Berbagai prestasi yang diraih para siswa dinilai menjadi bukti, bahwa keterbatasan sarana bukan penghalang untuk menghasilkan generasi berprestasi apabila memperoleh kesempatan pendidikan yang sama.

Baca Juga  Edukasi Pencegahan Asusila pada ABK

Dokter Aminuddin menambahkan, Pemkot Probolinggo juga memberi perhatian terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Koordinasi dilakukan dengan seluruh pihak agar selama MPLS maupun proses pembelajaran tidak terjadi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, mengatakan seluruh persiapan pembelajaran telah diselesaikan melalui penataan ulang ruang kelas, asrama putra dan putri, serta sarana pendukung lainnya.

“Tahun ajaran ini kami menerima 30 peserta didik, terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Seluruhnya telah siap mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya. Susilowati menjelaskan, sekolah telah menyiapkan satu ruang belajar berkapasitas 30 siswa beserta fasilitas asrama yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

MPLS akan berlangsung hingga 31 Juli 2026 sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, dan pembentukan karakter. Selanjutnya para siswa mengikuti program matrikulasi selama Agustus sebelum memasuki pembelajaran secara penuh.

Sebelum membuka MPLS, Wali Kota meninjau stan produk hasil karya siswa di bidang pertanian, kopi, dan suvenir. Kedatangannya juga disambut Tari Gandrung Banyuwangi yang ditampilkan di halaman asrama SRT. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, dan jajaran perangkat daerah. (yf/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Elestianto Dardak, kepincut dengan baju bodo, busana tradisional khas Sulawesi…