OlahragaPendidikan

Lionel Messi Tegaskan Argentina Tak Diuntungkan Wasit: Kami Meraih Semua Ini dengan Kerja Keras

×

Lionel Messi Tegaskan Argentina Tak Diuntungkan Wasit: Kami Meraih Semua Ini dengan Kerja Keras

Sebarkan artikel ini
Messi digendong Enzo Fernandes rekan setimnya.
Example 468x60

Jatimmandiri.id- Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, akhirnya angkat bicara menanggapi berbagai kritik yang menyebut timnya mendapat keuntungan dari keputusan wasit sepanjang perjalanan di Piala Dunia 2026.

Menurut Messi, keberhasilan Argentina melaju ke final merupakan hasil kerja keras, mental juara, dan konsistensi selama empat tahun terakhir.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Argentina menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026. Dalam laga yang berlangsung dramatis, La Albiceleste sempat tertinggal hingga menit ke-85 sebelum berhasil membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke partai puncak.

Kemenangan tersebut sekaligus membawa Argentina selangkah lagi mempertahankan gelar juara dunia. Pada laga final, tim asuhan Lionel Scaloni akan menghadapi Spanyol.

Messi: Argentina Layak Berada di Final

Usai pertandingan, Messi menegaskan bahwa berbagai tudingan mengenai keberpihakan wasit maupun FIFA terhadap Argentina tidak berdasar.

Menurutnya, pencapaian timnya adalah buah dari kerja keras dan kualitas yang telah mereka tunjukkan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami adalah tim terbaik dalam empat tahun terakhir, suka atau tidak. Sekali lagi kami berhasil berada di dua tim terbaik dunia. Itu membuktikan bahwa semua yang kami capai bukanlah kebetulan dan tidak ada yang diberikan kepada kami secara cuma-cuma,” ujar Messi.

Pemain berusia 39 tahun itu menilai banyak pihak terlalu mudah melontarkan kritik, terutama ketika Argentina terus melaju hingga babak final.

Perjalanan Berat Argentina Menuju Final

Perjalanan Argentina menuju final sama sekali tidak mudah. Beberapa pertandingan harus mereka lalui dengan perjuangan luar biasa.

Saat menghadapi Tanjung Verde (Cape Verde) dan Swiss, Argentina baru mampu memastikan kemenangan melalui babak perpanjangan waktu.

Sementara saat menghadapi Mesir, Argentina mencatat salah satu comeback paling dramatis di turnamen ini. Mereka sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-79, sebelum mencetak tiga gol dan menang 3-2.

Baca Juga  Dispendik Surabaya Jamin MPLS Bebas Perpeloncoan

Pada semifinal melawan Inggris, skenario serupa kembali terjadi. Argentina tertinggal hingga lima menit menjelang waktu normal berakhir sebelum akhirnya mencetak dua gol penentu kemenangan.

Mental pantang menyerah tersebut menjadi salah satu kekuatan utama La Albiceleste sepanjang turnamen.

Kritik terhadap Kepemimpinan Wasit

Di balik keberhasilan Argentina, sejumlah pihak mempertanyakan keputusan-keputusan wasit.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, menjadi salah satu sosok yang cukup vokal. Ia menyoroti insiden kartu kuning dalam pertandingan melawan Argentina yang berujung kartu merah bagi penyerang Swiss, Breel Embolo, sehingga timnya harus bermain dengan 10 pemain.

Menurut Yakin, keputusan tersebut sangat merugikan timnya.

Sementara itu, pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan menuding terdapat keberpihakan terhadap Argentina dan Messi selama turnamen berlangsung.

Federasi Sepak Bola Mesir juga sempat mengeluarkan pernyataan resmi yang mempertanyakan kepemimpinan wasit dalam laga tersebut.

Namun hingga kini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan adanya manipulasi pertandingan ataupun keberpihakan penyelenggara terhadap Argentina.

Enzo Fernandez Sindir Para Pengkritik

Gelandang Argentina Enzo Fernandez mengakui selebrasi golnya saat melawan Inggris memang ditujukan kepada para pengkritik.

Setelah mencetak gol penyama kedudukan, pemain Chelsea tersebut melakukan gestur menangkupkan telinga, kemudian menggerakkan jarinya seolah mempersilakan kritik terus berdatangan.

Menurut Enzo, selebrasi itu merupakan luapan emosi setelah Argentina terus menerima berbagai tudingan selama turnamen.

“Ada begitu banyak komentar. Selebrasi itu merupakan campuran antara rasa bahagia sekaligus frustrasi,” katanya.

Scaloni: VAR Membuat Tuduhan Itu Sulit Dibuktikan

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga ikut menanggapi isu tersebut.

Menurutnya, pada era penggunaan Video Assistant Referee (VAR) seperti sekarang, sangat sulit jika ada pihak yang sengaja memberikan keuntungan kepada sebuah tim.

Ia menilai tuduhan mengenai bantuan kepada Argentina akan selalu muncul, tetapi tidak mengganggu fokus timnya.

Baca Juga  Harry Kane Minta Inggris Temukan 'Kepingan Terakhir'

“Pembicaraan soal adanya bantuan akan selalu ada. Dengan adanya VAR, sangat sulit sebuah tim mendapatkan keuntungan secara sengaja kecuali terjadi kesalahan yang benar-benar jelas,” ujar Scaloni.

Argentina Selangkah Lagi Ukir Sejarah

Keberhasilan mencapai final membuat Argentina berpeluang mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.

Jika mampu mengalahkan Spanyol pada partai final, La Albiceleste akan kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu tim nasional tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.

Bagi Messi, final tersebut juga menjadi kesempatan menutup perjalanan kariernya di Piala Dunia dengan pencapaian yang sempurna.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Probolinggo, Jatim Mandiri Keterbatasan infrastruktur tidak menghalangi Pemkot Probolinggo memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) tetap berjalan. Hal ini ditegaskan…

Berita

Pasuruan, jatimmandiri.id Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai serentak di Kabupaten Pasuruan…

Berita

Malang, jatimmandiri.id Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan…