Jakarta, Jatimmandiri.id, – Keputusan Sunan Kalijaga menghentikan pendampingan hukum terhadap Rien Wartia Trigina atau Erin, mantan istri Andre Taulany, memunculkan berbagai spekulasi di tengah bergulirnya kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang kini ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.
Meski pengacara kondang tersebut tidak pernah mengungkap secara terbuka alasan utama di balik pengunduran dirinya, sejumlah pernyataan dari rekan seprofesinya mulai memberi gambaran mengenai kemungkinan adanya persoalan dalam hubungan antara kuasa hukum dan klien.
Sorotan publik terhadap perkara ini semakin meningkat setelah Agustinus Nahak, yang diketahui merupakan rekan sekaligus satu tim dengan Sunan Kalijaga, mengemukakan pandangannya terkait situasi yang dapat membuat seorang advokat memilih mundur dari sebuah perkara.
Menurut Agustinus, salah satu faktor yang kerap menjadi pertimbangan seorang pengacara untuk menghentikan pendampingan hukum adalah ketika informasi yang diberikan klien tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya atau tidak disampaikan secara terbuka.
“Mungkin karena satu, tidak sesuai dengan hati nuraninya dalam penanganan perkaranya. Mungkin antara klien dan juga pihak pengacara, mungkin informasi-informasi yang disampaikan tuh tidak update atau mungkin tidak ada kejujuran,” jelas Agustinus, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (3/6/2026).
Agustinus mengaku hingga kini belum bertemu langsung dengan Sunan Kalijaga untuk mengetahui alasan sebenarnya. Namun, sebagai sesama advokat, ia memahami bahwa kejujuran klien merupakan elemen penting dalam proses pendampingan hukum.
“Saya ini kebetulan sampai saat ini belum ketemu Bang Sunan nih, mau tanya alasan mendasar. Tapi kalau dari sisi advokat, saya harus menjelaskan itu bahwa ketika klien tidak memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta yang diperoleh advokat,” tandas Agustinus.
Sebelumnya, Sunan Kalijaga secara resmi mengumumkan bahwa dirinya tidak lagi menjadi kuasa hukum Erin. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial pribadinya dan langsung menarik perhatian publik karena dilakukan saat kasus masih berjalan.
“Saya Sunan Kalijaga ingin menyampaikan kepada teman-teman media bahwa ini saya sudah tidak lagi menangani perkara Ibu Erin. Harap maklum dan terima kasih,” ucap ayah Salmafina Sunan itu, dikutip Jumat (29/5/2026).
Meski memilih mundur, Sunan berharap proses hukum yang sedang berlangsung tetap berjalan sebagaimana mestinya dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
“Semoga perkaranya tetap bisa berjalan dengan baik, mendapatkan satu keadilan buat para pihak. Terima kasih,” lanjutnya.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti berakhirnya kerja sama antara Sunan dan Erin. Padahal, pada tahap awal perkara, Sunan dikenal cukup aktif memberikan pembelaan terhadap ibu tiga anak tersebut.
Bahkan saat isu pengunduran dirinya mulai beredar, Sunan sempat membantah kabar tersebut dan memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik.
“Apa itu, gosip gosip, nanti saya info ya,” timpalnya.
Ia juga menegaskan belum ingin banyak berkomentar mengenai perkara yang sedang menjadi perhatian publik tersebut.
“Untuk saat ini saya no komen dulu,” katanya.
Ketika muncul informasi bahwa Erin telah menunjuk kuasa hukum baru, Sunan memilih menghormati keputusan tersebut dan menegaskan bahwa hal itu merupakan hak pribadi kliennya.
“Iya itu hak dia, silakan saja, saya nggak mau ikut campur dan enggak mau tahu,” pungkas Sunan.
Di tengah ramainya perbincangan mengenai pengunduran dirinya, sebuah unggahan Sunan Kalijaga di media sosial turut menjadi sorotan. Banyak warganet menilai isi unggahan tersebut mengandung pesan tersirat yang berkaitan dengan perkara yang sedang berlangsung.
Dalam unggahan tersebut, Sunan menekankan pandangannya mengenai hubungan antara pemberi kerja dan para pekerja rumah tangga yang menurutnya harus diperlakukan sebagai bagian dari keluarga.
“Semua yang bekerja dengan saya adalah bagian dari keluarga. Ajudan, ART, karyawan, sopir,” tulis ayah dua anak itu memulai captionnya, dikutip Minggu (31/5/2026).
Sunan kemudian menjelaskan bahwa seluruh pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya memperoleh berbagai fasilitas dan tunjangan di luar gaji pokok.
“Mereka mendapatkan berbagai macam tunjangan PKUS QBonus dan fasilitas di luar gaji pokok,” bebernya.
Ia juga memberikan contoh perlakuan yang diterapkan kepada ART yang bekerja dengannya sebagai bentuk apresiasi atas pekerjaan mereka.
“Sabtu kemarin, ART saya berikan libur dan uang jajan ratusan ribu untuk jalan-jalan,” tandas Sunan.
Sampai saat ini, proses hukum terkait dugaan penganiayaan terhadap ART yang menyeret nama Erin masih terus berlangsung. Di sisi lain, mundurnya Sunan Kalijaga dari tim kuasa hukum serta munculnya pernyataan mengenai pentingnya kejujuran klien semakin menambah perhatian publik terhadap perkembangan kasus tersebut.












