Trenggalek, Jatimmandiri.id-Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan antar desa di Dusun Kojan, Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, resmi dibuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Peresmian jembatan ditandai dengan pemotongan pita serta penandatanganan prasasti oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Trenggalek, Ny. Titik Ridwan, pada Selasa (2/6/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas PURP Trenggalek, Forkopimca, serta unsur tiga pilar desa setempat.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan inisiatif Polres Trenggalek Polda Jatim yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat.
Kapolres Trenggalek menyampaikan bahwa keberadaan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
“Jembatan ini dibangun untuk mempermudah aktivitas masyarakat, sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga sekitar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan, sehingga proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.
Lebih lanjut, AKBP Ridwan menjelaskan bahwa penamaan “Merah Putih” memiliki makna filosofis yang kuat. Selain merepresentasikan warna bendera nasional, nama tersebut juga melambangkan persatuan dan kesatuan.
“Harapannya, jembatan ini tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga, memudahkan silaturahmi, gotong royong, serta aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Desa Jombok, Nursalim, mengungkapkan bahwa sebelum adanya jembatan, warga harus menempuh jalur memutar dengan jarak yang cukup jauh.
Kini, dengan adanya Jembatan Merah Putih Presisi, jarak tempuh warga dapat dipangkas hingga sekitar 4 kilometer dan menghemat waktu perjalanan kurang lebih 20 menit.
“Kami mewakili masyarakat Dusun Kojan mengucapkan terima kasih kepada Polres Trenggalek atas pembangunan jembatan ini,” ujarnya.
Sebagai informasi, jembatan tersebut memiliki panjang 10 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 3,5 meter, dengan bentang sungai sekitar 5 meter. Pembangunan jembatan menelan biaya sekitar Rp45 juta yang bersumber dari kemitraan Polres Trenggalek dan swadaya masyarakat.












