Jateng

Sragen Jadi Andalan Serapan Gabah Bulog Surakarta, Sumbang 38 Ribu Ton

×

Sragen Jadi Andalan Serapan Gabah Bulog Surakarta, Sumbang 38 Ribu Ton

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Bulog Cabang Surakarta Nanang Harianto di Kompleks Pergudangan Duyungan, Sragen.
Example 468x60

Sragen, Jatimmandiri.id – Jawa Tengah terus memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Sebagai daerah sentra produksi padi, provinsi ini menjadi salah satu penopang utama kebutuhan beras masyarakat Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Jawa Tengah Dalam Angka 2026, produksi padi Jawa Tengah pada 2025 tercatat mencapai 9.304.062,84 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari luas lahan sekitar 1.674.994,11 hektare.

Salah satu daerah yang menjadi penghasil padi terbesar adalah Kabupaten Sragen.

Wilayah yang dikenal sebagai sentra pertanian tersebut menempati posisi ketiga di Jawa Tengah dengan total produksi padi mencapai 690.388,48 ton pada 2025.

Capaian produksi tersebut sejalan dengan kinerja penyerapan gabah dan beras yang dilakukan Perum Bulog Cabang Surakarta.

Kabupaten Sragen menjadi wilayah dengan kontribusi penyerapan terbesar dalam wilayah kerja Bulog Cabang Surakarta.

Pemimpin Bulog Cabang Surakarta Nanang Harianto mengatakan, Sragen memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan cadangan pangan nasional, khususnya melalui penyerapan hasil panen petani.

“Bulog Cabang Surakarta memiliki dua kompleks pergudangan di Kabupaten Sragen, yakni Kompleks Pergudangan Krikilan dan Kompleks Pergudangan Duyungan,” jelas Nanang saat ditemui di Kompleks Pergudangan Duyungan, Senin (29/6).

Ia menjelaskan, Kompleks Pergudangan Krikilan memiliki kapasitas sekitar 19.500 ton, sementara Kompleks Pergudangan Duyungan memiliki kapasitas 14.000 ton.

Secara keseluruhan, Bulog Cabang Surakarta memiliki sembilan unit kompleks pergudangan induk dan 13 unit gudang sewa yang tersebar di wilayah Solo Raya dengan total kapasitas mencapai 136.150 ton.

Menurut Nanang, penambahan gudang sewa dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Realisasi penyerapan gabah dan beras Bulog Surakarta telah mencapai 73.867 ton setara beras atau sekitar 79 persen dari target perusahaan. Sebagian besar kontribusi tersebut berasal dari Kabupaten Sragen,” ujarnya.

Baca Juga  Anggaran Jalan Randublatung–Cepu Naik Drastis Jadi Rp30 Miliar Setelah Diprotes Warga

Berdasarkan data terbaru, Sragen menyumbang sekitar 38.498 ton setara beras dalam penyerapan gabah dan beras yang masuk ke gudang-gudang Bulog.

Nanang menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, kelompok tani, hingga para petani yang mendukung program pemerintah melalui Bulog.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak yang bersama-sama menjaga ketahanan pangan. Peran petani menjadi faktor penting dalam memastikan ketersediaan pangan masyarakat,” katanya.

Dengan produksi padi yang tinggi serta dukungan sistem penyerapan yang berjalan, Kabupaten Sragen terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah strategis dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Tengah maupun nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *