Jatim

Sokong 31,45% Ekonomi Jatim, Wagub Emil Dardak Buka Manufacturing Surabaya 2026 untuk Genjot Daya Saing Global

×

Sokong 31,45% Ekonomi Jatim, Wagub Emil Dardak Buka Manufacturing Surabaya 2026 untuk Genjot Daya Saing Global

Sebarkan artikel ini
Manufacturing Surabaya
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai penggerak utama pertumbuhan industri nasional lewat penguatan rantai pasok dan infrastruktur logistik.

  • Sektor industri pengolahan di Jatim menjadi kontributor ekonomi terbesar dengan capaian 31,45 persen, mendorong pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa pada Triwulan I 2026.

  • Pameran Manufacturing Surabaya 2026 resmi digelar bersamaan dengan ekspansi multi-sektor, menargetkan lebih dari 9.000 pengunjung dan melibatkan 150 eksibitor dari 17 negara.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali membuktikan peran strategisnya dalam memacu pertumbuhan industri nasional melalui pengembangan kawasan industri, penguatan infrastruktur logistik, serta efisiensi konektivitas rantai pasok. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Emil Elestianto Dardak, saat membuka secara resmi gelaran Manufacturing Surabaya 2026 yang berlangsung pada 15–18 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex), Surabaya.

Menurut Emil, potensi masif yang dimiliki Jawa Timur sebagai lokomotif industri nasional wajib ditopang oleh kolaborasi yang solid dan berkelanjutan antara pihak pemerintah, dunia usaha, penyedia teknologi, hingga para pelaku industri di lapangan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Momentum ini sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya pada Rabu (15/7/2026).

Targetkan 9.000 Pengunjung dan Lonjakan Peserta Internasional

Gelaran Manufacturing Surabaya 2026 kali ini tampil dengan skala yang lebih besar, diikuti oleh lebih dari 150 peserta pameran (exhibitor) yang berasal dari 17 negara. Seluruh eksibitor ekosistem manufaktur tersebut menempati area pameran seluas 7.887 meter persegi.

Ajang ini didukung penuh oleh sejumlah perusahaan multinasional dan eksibitor unggulan seperti Gardner Denver, Sodick, serta Trakindo Indonesia. Pihak penyelenggara memproyeksikan pameran bisnis ini mampu menarik perhatian lebih dari 9.000 pengunjung, atau mengalami lonjakan target sebesar 25 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu.

Baca Juga  Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Gelar Donor Darah

Tidak hanya menjadi etalase pameran teknologi mutakhir, ajang internasional ini juga dimeriahkan oleh beragam program penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan perluasan jaringan bisnis. Beberapa program unggulan yang dihadirkan antara lain Forklift Hero Competition edisi ke-3, Kaizen Clinic, HSE Championship, hingga Business Matching Programme untuk memfasilitasi pertemuan para investor dan pelaku usaha.

Dominasi Industri Pengolahan di Jawa Timur

Berdasarkan data resmi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, pada Triwulan I 2026, Jawa Timur sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh Pulau Jawa. Sektor industri pengolahan menempati posisi sebagai kontributor utama dalam struktur ekonomi tersebut dengan angka capaian yang sangat dominan, yakni mencapai 31,45 persen.

Melihat fakta pergerakan ekonomi tersebut, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, menyatakan bahwa fungsi Manufacturing Surabaya kini telah bertransformasi. Ajang tahunan ini bukan lagi sekadar menjadi ruang pameran inovasi produk, melainkan lokomotif kolaborasi demi membentuk ekosistem manufaktur yang terintegrasi secara menyeluruh.

“Transformasi manufaktur tidak lagi hanya ditentukan oleh kehadiran teknologi baru, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku industri untuk saling terhubung, berbagi pengetahuan, serta membangun rantai pasok yang semakin kuat dan berkelanjutan,” jelas Meysia Stephannie.

Ekspansi Multi-Sektor: Hubungkan Manufaktur, Energi, dan Agrikultur

Guna menciptakan konektivitas yang lebih luas, pameran tahun ini memperluas cakupannya dengan bersinergi langsung bersama Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya.

Langkah ekspansi strategis ini diperkuat dengan kehadiran Growtech Indonesia dan Indonesia Energy Week Surabaya (yang mencakup Electric Power Indonesia dan Water Indonesia). Langkah integrasi lintas vertikal ini sengaja dirancang untuk mempertemukan dan menghubungkan tiga pilar industri utama sekaligus, yakni sektor manufaktur, sektor energi, dan sektor agrikultur modern di bawah satu atap pameran.

Baca Juga  Mengurai Simpul Macet Surabaya-Sidoarjo: Setelah Aloha, Pemprov Jatim Fokus 'Flyover' Taman Pelangi dan Margorejo

Melalui perpaduan inovasi teknologi, sinergi multi-sektor, serta komitmen peningkatan kapasitas SDM yang dihadirkan di Grand City Surabaya, Manufacturing Surabaya 2026 menjadi bukti nyata kesiapan Jawa Timur dalam memperkokoh posisinya sebagai penggerak utama sektor industri nasional di kancah global.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *