Lifestyle

Slamet Rahardjo dan Widyawati Reuni di Film CLBK Cinta Lama Babak Kedua

×

Slamet Rahardjo dan Widyawati Reuni di Film CLBK Cinta Lama Babak Kedua

Sebarkan artikel ini
Para pemain Film CLBK
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id, – Film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) menghadirkan pertemuan kembali dua aktor senior Indonesia, Slamet Rahardjo dan Widyawati, dalam sebuah drama komedi romantis yang mengangkat kisah cinta lama yang kembali dipertemukan oleh waktu. Mengusung tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang, film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 2 Juli 2026.

Disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana dan diproduksi MIR Productions, Cinta Lama Babak Kedua mengisahkan perjalanan Abi dan Sita, dua sosok yang pernah memiliki kisah cinta di masa muda, namun harus berpisah sebelum hubungan mereka menemukan akhir. Bertahun-tahun kemudian, pertemuan kembali keduanya membuka lembaran baru yang sarat nostalgia sekaligus menghadirkan berbagai dinamika kehidupan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam film tersebut, Slamet Rahardjo dipercaya memerankan karakter Abi, sementara Widyawati berperan sebagai Sita. Kisah keduanya menjadi pusat cerita yang memperlihatkan bagaimana cinta yang belum benar-benar selesai dapat meninggalkan jejak hingga puluhan tahun kemudian.

Bagi Widyawati, naskah film ini langsung menarik perhatiannya sejak pertama kali dipresentasikan oleh sang sutradara. Menurutnya, tema cinta lama bersemi kembali merupakan cerita yang sangat dekat dengan realitas kehidupan.
“Menarik. Sangat menarik. Karena ini relate ya, pasti sudah ada beberapa orang yang seperti ini. Meskipun tidak persis seperti ini, tapi pasti ada orang yang mengalami CLBK ini,” ungkap Widyawati di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Meski mengaku memahami fenomena tersebut, Widyawati mengatakan dirinya tidak pernah mengalami kisah cinta lama yang kembali hadir dalam kehidupannya.
“Kebetulan enggak. Saya enggak ada CLBK soalnya. Yang sudah lewat, lewat aja,” ujarnya.

Aktris senior itu juga mengungkapkan bahwa membangun chemistry dengan Slamet Rahardjo bukanlah tantangan besar. Pengalaman panjang bekerja bersama membuat komunikasi dan interaksi mereka terjalin secara alami selama proses syuting.
“Ya, karena kebetulan juga saya dekat dengan Om Slamet ya. Memang kita sering dan ini bukan yang pertama kali syuting dengan dia. Jadi sudah terbiasa syuting dengan dia,” kata Widyawati.

Baca Juga  Harmoni Spiritual di Usia ke-11, PT MNJ Helat Metatu Bersholawat

Menurutnya, keberhasilan sebuah film tidak hanya bergantung pada pemeran utama, tetapi juga kolaborasi seluruh pemain yang terlibat. Film ini turut diperkuat oleh penampilan Sarah Sechan, Kiki Narendra, dan Annisa Kaila yang melengkapi dinamika cerita.

Di balik proses produksinya, para pemain juga menghadapi tantangan fisik saat melakukan pengambilan gambar di kawasan perbukitan dengan medan yang cukup terjal. Widyawati mengenang salah satu adegan yang dilakukan di atas tebing.
“Alhamdulillah enggak ada masalah. Maksudnya susah saya untuk naik, enggak. Tapi ya memang (Om Slamet) dipapah sih ya. Alhamdulillah semua berjalan dengan aman, enggak ada masalah. Cukup tinggi sih itu, lumayan tinggi,” kenangnya.

Sementara itu, Co-Producer sekaligus pendiri MIR Productions, Vladimir Rama, mengatakan pihaknya sengaja memilih judul CLBK karena dinilai mudah diingat sekaligus mampu membangkitkan rasa penasaran calon penonton.
“Hari ini kami melakukan Special Screening sebagai pembuka rangkaian activation untuk promo film CLBK. Harapannya, film ini dapat dikenal luas dan membuat calon penonton penasaran, ‘seperti apa sih ceritanya?’ karena dari judul filmnya sendiri sudah cukup unik,” tutur Rama.

Ia juga mengungkapkan salah satu tantangan terbesar selama produksi adalah mengubah kawasan Braga, Bandung, agar menyerupai suasana era 1970-an sebagai latar masa muda Abi dan Sita yang diperankan Yusuf Mahardika dan Gisellma Firmansyah.
“Kami menyulap jalan Braga agar terlihat seperti setting tahun 1970, lengkap dengan segala properti dan ekstras yang berpenampilan dari tahun tersebut. Cukup rumit, tapi sangat puas dengan hasilnya,” tambahnya.

Melalui sentuhan cerita yang memadukan romansa, nostalgia, dan komedi, MIR Productions optimistis Cinta Lama Babak Kedua mampu menjadi pilihan baru bagi penonton Indonesia. Film perdana rumah produksi tersebut diharapkan dapat bersaing di tengah dominasi film horor yang masih mewarnai industri perfilman Tanah Air saat ini.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *