Jatim

Serap Aspirasi Pemuda, Mas Ibin Buka Ruang Dialog Lewat Podcast Awur-awuran

Penulis: PrawotoEditor: Alif Bintang
×

Serap Aspirasi Pemuda, Mas Ibin Buka Ruang Dialog Lewat Podcast Awur-awuran

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin turun langsung menyerap aspirasi warga dalam wadah podcast.
Example 468x60

Blitar, Jatimmandiri.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terus berinovasi dalam membuka kran komunikasi yang lebih dekat dan fleksibel dengan warga, khususnya generasi muda.

Melalui ajang bertajuk Podcast Awur-awuran Bareng Mas Ibin di Angkringan Jogja Pasar Wage, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin turun langsung menyerap aspirasi warga dalam suasana penuh keakraban.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dipandu oleh pegiat Komunitas Stand Up Indo Blitar, Istajib Lana dan Figo, alur dialog berlangsung hangat dan cair.

Berbagai topik krusial dibahas secara terbuka, mulai dari akses pendidikan tinggi, beasiswa, wadah ekspresi musisi lokal, penguatan sektor olahraga, hingga peluang lapangan pekerjaan.

Mas Ibin menilai bahwa pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak harus selalu kaku serta terikat forum protokoler formal.

Menurutnya, pendekatan yang santai justru mampu mencairkan suasana, sehingga warga merasa lebih nyaman dalam menyampaikan saran, kritik, maupun ide kreatif.

“Intinya, pertanyaan-pertanyaan masyarakat itu pemerintah akan menjawab. Saya sebagai pribadi ataupun sebagai kepala daerah, tentang kebijakan juga kita akan jawab,” ungkap Mas Ibin, Selasa (6/10/2026).

Ketua Stand Up Indo Blitar, Istajib Lana, mengungkapkan bahwa lahirnya forum diskusi informal ini dipicu oleh maraknya riak percakapan serta keluhan warga di media sosial yang membutuhkan kanal penyaluran secara langsung.

“Daripada cuma ada di medsos, mending kita bikin gerakan Sambat Bareng Mas Wali. Kita bikin forum yang lebih tidak formal, supaya bisa ketemu anak-anak muda, seniman, atau siapa pun. Semuanya boleh datang dan menyampaikan unek-unek,” ujarnya.

Inisiatif tersebut disambut antusias oleh berbagai komunitas.

Salah satu aspirasi datang dari Arnet Sund, seorang musisi lokal yang juga berprofesi sebagai guru honorer.

Ia menyoroti pentingnya pemerataan informasi terkait program beasiswa pendidikan serta ketersediaan panggung ekspresi bagi para pelaku seni lokal.  (pra/alf)

Example 300250
Baca Juga  Lahar Semeru Jadi Ancaman, Tanggul dan Check Dam Dibangun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *