Probolinggo, Jatim Mandiri
Pemkot Probolinggo menggelar edukasi Gerakan Selamatkan Pangan untuk mengurangi pemborosan, susut, dan sisa pangan yang masih layak konsumsi. Program tersebut melibatkan pemerintah, SPPG, pelaku usaha, dan masyarakat di Kota Probolinggo, Kamis (24/9).
Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan dalam mengurangi pemborosan pangan.
Menurutnya, pangan yang masih layak konsumsi kerap terbuang dan menjadi food waste. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian ekonomi sekaligus berdampak terhadap lingkungan dan menambah beban pengelolaan sampah.
“Gerakan itu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola pangan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha,” kata Fitriawati seperti dikutip Antara.
Ia menambahkan, kolaborasi penting untuk mendukung ketahanan pangan dan penerapan ekonomi sirkular di Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan pengelolaan pangan harus diperhatikan sejak penyediaan bahan, pengolahan, hingga distribusi. Hal tersebut termasuk memastikan keamanan pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“SPPG betul-betul harus menjaga penyediaan bahan, proses pengolahan hingga penyajian dan distribusinya. Jangan sampai pangan yang seharusnya bermanfaat justru tidak layak konsumsi karena proses penanganan yang kurang baik,” katanya.
Aminuddin juga mengajak masyarakat mengubah cara memperlakukan pangan, mulai dari membeli, menyediakan, mengolah, mengonsumsi, hingga menyelamatkan pangan yang masih layak konsumsi.
Pelaku usaha, termasuk SPPG, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, perdagangan, dan jasa boga, juga didorong mengelola pangan berlebih atau surplus food yang masih layak konsumsi.
Kegiatan diikuti sekitar 150 peserta dari perangkat daerah, kecamatan, SPPG, pelaku hotel, restoran, kafe, bakery, serta Tim Penggerak PKK. Edukasi juga membahas strategi Gerakan Selamatkan Pangan dan budi daya magot untuk memanfaatkan sampah makanan. (ant/ibn)












