BeritaJatim

Sembilan Ayam Mati, Diperta Turun Tangan

×

Sembilan Ayam Mati, Diperta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Probolinggo, Jatim Mandiri – Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo memberikan penyuluhan kesehatan ternak kepada BUMDes Maju Bersama, Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Jumat (21/8/2026), setelah sembilan ayam mati. Dari 30 ayam yang baru didatangkan dari luar daerah, sembilan ekor dilaporkan mati pada hari pertama sehingga Diperta mendorong penerapan biosecurity dan karantina ternak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, mengatakan pencegahan penyakit harus dilakukan sejak ternak masuk ke lokasi pemeliharaan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Harus ada biosecurity. Ternak yang masuk maupun ternak yang keluar harus biosecuritynya baik. Sanitasinya juga harus baik dan jangan langsung masuk, tetapi harus disemprot disinfektan terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Nikolas, ayam yang baru datang sebaiknya tidak langsung dicampur dengan ternak lama. Ternak baru perlu diisolasi sekitar 14 hari untuk mengurangi risiko penularan penyakit.

Peternak juga diminta memastikan ternak yang didatangkan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan serta riwayat vaksinasi.

Selain itu, BUMDes didorong menyusun jadwal vaksinasi, pemberian vitamin dan obat secara teratur. Pengelola juga disarankan melakukan studi tiru sebelum mengembangkan usaha peternakan dalam skala lebih besar.

Diperta Kabupaten Probolinggo selanjutnya akan melakukan pemantauan kesehatan ayam milik BUMDes secara berkala setiap bulan. (YF)

Example 300250
Baca Juga  Aminuddin Dorong Baksos Tak Sekadar Seremonial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *