Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sukses menghelat Sekolah Legislasi tingkat Provinsi Jawa Timur, Minggu, 21 Juni 2026.
Acara yang menjadi ajang edukasi politik strategis bagi generasi muda ini diikuti oleh sekitar 100 delegasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Jatim.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pemateri, di antaranya anggota DPD RI Lia Istifhama, anggota DPRD Pasuruan Adinda Denisa, perwakilan Badan Anggaran Sidoarjo Zakaria Dimas, Komisioner KPU Sidoarjo Mokhammad Yasin, serta dosen Umsida Rifai Ridlho.
Turut hadir memberikan dukungan dalam acara ini, Wakil Rektor III Umsida Dr Nurdyansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ainun Amalia, dan Ketua Umum DPM Umsida Bagus Anggara.
Dalam sesi stadium general, anggota DPD RI Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menyoroti pergeseran lanskap politik di era digital.
Menurutnya, munculnya profesi nonkonvensional seperti influencer telah mengubah cara opini publik dibentuk.
Ia mendorong mahasiswa untuk memaksimalkan peluang tersebut dengan memperkuat kapasitas diri.
“Semua orang pada dasarnya bisa menjadi politisi dalam negara demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Ning Lia.
Lebih jauh, Ning Lia mengingatkan agar generasi Z tidak terjebak pada narasi sensasional di media sosial.
Ia menekankan bahwa kontribusi mahasiswa seharusnya berorientasi pada dampak nyata, bukan sekadar popularitas semu.
“Speak up bukan untuk sensasi, tapi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jangan jadi generasi yang baperan, tapi jadilah generasi yang berperan,” tegasnya.
Dalam paparannya, Ning Lia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas sebagai modal sosial bagi pemimpin masa depan, sekaligus mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dalam memahami kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia, menitipkan pesan agar mahasiswa tetap konsisten menjaga idealisme saat nantinya terjun ke dunia kerja maupun birokrasi.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jangan sampai idealisme luntur ketika sudah masuk dalam sistem. Justru di situlah tantangan untuk tetap membawa perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.












