BeritaOlahraga

Satu-satunya Gelar dari Jerman

Editor: ibn
×

Satu-satunya Gelar dari Jerman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HYLO Open 2026

Surabaya, Jatim Mandiri

Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi-Siti Fadia Silva Ramadhanti mempersembahkan satu-satunya gelar bagi Indonesia di ajang HYLO Open 2026 di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman. Dalam final ganda putri Senin pagi WIB (2/11), Tiwi-Fadia sukses merebut kampiun setelah mengalahkan unggulan pertama Chinese Taipei, Hsu Yin-Hui-Lin Jhih Yun dengan skor 21-18 dan 21-19.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Hasil ini menjadikan Tiwi-Fadia satu-satunya wakil Indonesia yang membawa pulang trofi dari turnamen tersebut. Amallia menyebut ketenangan dan fokus menjadi kunci menghadapi tekanan hingga poin akhir.

“Sangat senang dan bersyukur bisa upgrade gelar sama Fadia. Permainan tadi cukup ketat dari awal sampai game poin, tapi kami mencoba untuk tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru,” ujar Tiwi dikutip dari laman PBSI.

Sementara itu, Fadia mengaku bahagia dapat meraih gelar turnamen level Super 500 tersebut. Meski strategi tidak berubah, ia mengakui kesalahan sendiri pada gim kedua sempat memberi peluang lawan menyerang.

“Alhamdulillah sangat senang dan bahagia karena kami bisa mengambil gelar di Super 500 kali ini,” ujar Fadia. Fadia juga mengungkapkan sempat teringat final HYLO Open 2023 bersama Apriyani Rahayu, ketika pasangannya mengalami cedera. Pengalaman tersebut sempat membayangi sebelum pertandingan.

Namun, ia berusaha kembali fokus, menenangkan diri, dan mengatur napas saat berada di lapangan. Ke depan, Fadia berharap bersama Tiwi dapat meningkatkan level permainan dan meraih prestasi lebih tinggi. “Target ke depannya pastinya ingin mencapai level yang lebih tinggi lagi. Alhamdulillah kami bisa memaksimalkan kesempatan yang ada dan meraih gelar juara,” katanya.

Sementara itu, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Lakshya Sen pada final tunggal putra. Jonatan kalah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 10-21 dalam pertandingan di Saarlandhalle, Minggu malam WIB.

Baca Juga  Kasus Stunting 26 Persen, Pasuruan Galakkan Orang Tua Asuh

Pada gim pertama, Jonatan berusaha menekan sejak awal dan mengimbangi permainan Sen hingga kedudukan 9-9. Namun, sejumlah kesalahan sendiri membuatnya tertinggal setelah Sen mencetak tujuh poin beruntun.

Sen kemudian mengamankan gim pertama dengan skor 21-17. Pada gim kedua, Jonatan kesulitan menemukan kembali tempo permainan dan tertinggal empat poin. Upaya Jonatan untuk membalikkan keadaan belum berhasil menembus pertahanan Sen. Tunggal putra India tersebut kembali mencetak lima poin beruntun pada penghujung gim untuk memastikan kemenangan 21-10.

Hasil itu menempatkan Jonatan sebagai runner-up. (*/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny terancam absen pada FIFA Matchday November 2026 ini akibat cedera engkel yang…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri De Red FC membidik kemenangan saat menjamu PSM Makassar pada laga Grup K Zona Timur 2 League…