Surabaya, Jatimmandiri.id – Kota Surabaya kembali menegaskan kedigdayaannya di kancah bola tangan nasional.
Lewat performa yang memukau, tim Handball Kota Surabaya sukses memboyong dua gelar juara sekaligus alias kawin emas dalam ajang bergengsi Bandung Handball Open Championship 2026 yang digelar di Queen Stadium, Bandung, pada 13–17 Juli 2026.
Prestasi gemilang ini diraih setelah tim putri U-23 menyuguhkan drama sengit di partai final dengan menaklukkan Kota Bekasi lewat skor tipis 16-15.
Sementara itu, tim putra U-23 tampil perkasa dan mendominasi laga puncak dengan membungkam tuan rumah Kota Bandung melalui skor meyakinkan 23-15.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengkot Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Surabaya, Muhammad Faizal, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari konsistensi jangka panjang.
“Kemenangan ini bukan keajaiban semalam, tetapi buah dari persiapan yang sudah lama. Kami mematangkan fisik, teknik, taktik, dan mental atlet melalui latihan rutin Senin sampai Sabtu. Hari Sabtu kami gunakan untuk uji coba,” kata Faizal, Minggu (19/7).
Kemenangan ini terasa kian istimewa mengingat komposisi skuad Surabaya yang mayoritas diisi oleh wajah-wajah muda tingkat SMP dan SMA.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, kolaborasi solid antara pengurus, pelatih, hingga orang tua atlet mampu menghidupkan program pembinaan yang mandiri dan berjenjang.
“Mayoritas atlet kami masih pelajar, tetapi sudah berani bersaing di kategori U-23. Ini hasil dari program pembinaan berjenjang yang kami bangun sejak 2023, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA,” ujar pria yang juga menjabat sebagai asisten pelatih bola tangan Surabaya ini.
Perjalanan menuju tangga juara di Bandung pun tidak dilalui dengan mudah. Pada fase penyisihan, tim putra Surabaya sempat menelan pil pahit setelah takluk dua poin dari Kota Bandung.
Namun, evaluasi taktik yang cepat dan mentalitas baja berhasil mengubah kekalahan tersebut menjadi bahan bakar motivasi di partai puncak.
“Di final kami membalas dengan kemenangan meyakinkan. Anak-anak menunjukkan mental juara dan mampu menang dengan selisih delapan poin,” ungkapnya.
Sistem pembinaan yang berjalan di bawah naungan ABTI Surabaya terbukti melahirkan atlet-atlet dengan dedikasi tinggi.
Faizal secara khusus memberikan apresiasi mendalam kepada para atlet yang rela menempuh jarak puluhan kilometer demi berlatih di kawasan Gelora Bung Tomo (GBT), menerjang padatnya arus lalu lintas dari berbagai sudut kota.
“Anak-anak berlatih dengan penuh komitmen. Bahkan ada yang harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi risiko di jalan. Semangat mereka luar biasa,” tuturnya.
Usai menaklukkan panggung nasional, Handball Surabaya enggan larut dalam euforia.
Target yang lebih besar kini sudah membentang di depan mata. Yakni, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Demi mematangkan persiapan, ABTI Surabaya berharap adanya sinergi dan dukungan yang lebih kuat dari Pemerintah Kota Surabaya serta KONI Surabaya, terutama terkait penyediaan fasilitas latihan indoor yang lebih representatif seperti pemanfaatan Gelora Pancasila.
Tak hanya nomor indoor, nomor beach handball (bola tangan pantai) juga mulai diantisipasi dan dipersiapkan sejak dini.
“Kalau nomor beach masuk Porprov, target kami tetap empat medali emas, yakni putra-putri indoor dan putra-putri beach. Kami optimistis karena dalam beberapa kejuaraan nasional nomor beach juga mampu kami sapu bersih,” tegas Faizal.
Keberhasilan di Bandung kian memantapkan posisi Surabaya sebagai salah satu kiblat bola tangan nasional.
Dengan modal mentalitas juara dan pembinaan usia dini yang matang, target sapu bersih di Porprov Jatim 2027 serta ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang kini berada di jalur yang tepat.












