Nganjuk, Jatimmamdiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar rapat koordinasi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial (Peksos), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Kantor Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Rabu (8/7/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi sebagai upaya memperkuat sinergi dalam percepatan penanganan kemiskinan melalui validasi data dan pendampingan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk, Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk, Direktur Dayamas Kementerian Sosial RI, serta para pendamping sosial dan undangan terkait lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Marhaen memberikan apresiasi atas dedikasi para pendamping PKH, Peksos, dan TKSK yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendampingi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan berbagai program sosial sangat bergantung pada kerja keras para pendamping di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh pendamping PKH, pekerja sosial, dan TKSK. Panjenengan semua telah bekerja luar biasa di lapangan. Peran panjenengan sangat penting dalam memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.
Pada kesempatan tersebut, Kang Marhaen menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar pengambilan kebijakan, khususnya dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
Ia meminta seluruh pendamping melakukan pengecekan dan verifikasi ulang terhadap data calon peserta agar tidak terjadi kesalahan administrasi yang berdampak pada proses penetapan penerima manfaat.
“Data harus benar-benar valid. Jangan sampai setelah ditetapkan ternyata ada yang tidak sesuai. Kalau sudah menyangkut program pemerintah pusat, kita harus sangat hati-hati. Semua harus dicek kembali, mulai dari data penerima, proses daftar ulang, hingga penetapan peserta yang benar-benar sudah memenuhi syarat,” tegasnya.
Kang Marhaen juga menginstruksikan agar peserta yang belum diterima dalam Program Sekolah Rakyat tetap mendapatkan solusi pendidikan.
Ia meminta seluruh pendamping aktif memberikan pendampingan kepada keluarga agar setiap anak tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Anak-anak yang belum diterima jangan dibiarkan tanpa kepastian. Siapkan jalur cadangan, arahkan ke sekolah negeri yang masih memiliki kuota, atau ke pondok pesantren yang telah bekerja sama. Tugas kita bukan hanya mendata, tetapi juga memastikan mereka tetap mendapatkan akses pendidikan,” katanya.
Selain itu, Kang Marhaen menargetkan terpenuhinya kuota peserta Sekolah Rakyat jenjang sekolah dasar.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas pendidikan sejak usia dini.
“Kita ingin mengurangi risiko kemiskinan ekstrem dari hulunya. Karena itu, anak-anak dari keluarga desil satu dan desil dua harus menjadi prioritas. Saya minta seluruh pendamping bergerak aktif, lakukan verifikasi sampai ke lapangan, cari anak-anak yang benar-benar layak menerima program ini agar kuota dapat terpenuhi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kang Marhaen meminta setiap kecamatan memiliki target pencapaian dalam menjaring calon peserta yang memenuhi kriteria.
Ia menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara berkala sehingga seluruh proses berjalan sesuai target dan tidak ada anak dari keluarga kurang mampu yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.












