Mataram, Jatim Mandiri – Pokmas Beriri menuntaskan pembangunan 25 wadah pengolahan sampah organik atau tempah dedoro di Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Seluruh unit telah rampung dibangun dan mulai dimanfaatkan warga sebagai tahap percontohan untuk mengurangi sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Ketua Pokmas Beriri, Mei Surya Pambudi, mengatakan wadah tersebut tersebar di 25 titik rumah warga. Setiap titik dapat digunakan oleh dua hingga tiga kepala keluarga. Pembangunan mendapat dukungan Kecamatan Mataram dan Kelurahan Mataram Timur, sementara anggarannya bersumber dari Pemerintah Kota Mataram.
“Anggaran pembangunan tempah dedoro tersebut bersumber dari Pemerintah Kota Mataram sebesar Rp21,5 juta,” kata Mei. Pembangunan 25 unit itu telah mencapai 100 persen. Wadah yang tersedia kini mulai digunakan masyarakat untuk mengolah sampah organik dari rumah masing-masing.
Sampah yang diolah mencakup sisa sayur, buah, dan nasi. Sebelumnya, sampah tersebut bercampur dengan sampah lain lalu dibuang ke TPA. Melalui program ini, warga mengolahnya secara mandiri di pekarangan rumah menggunakan media buis beton yang ditanam di dalam tanah.
Setiap keluarga diperkirakan menghasilkan dua hingga tiga kilogram sampah organik per hari. Dengan perkiraan rata-rata dua kilogram per keluarga, sampah yang masuk ke tempah dedoro diperkirakan mencapai sekitar 100 kilogram setiap hari. Kapasitas satu titik yang melayani dua hingga tiga keluarga menjadi bagian dari perhitungan tersebut.
Mei menyebut keberadaan wadah pengolahan itu dapat mengurangi sampah yang dibawa ke TPA Kebon Kongok. “Dengan demikian, keberadaan ‘tempah dedoro’ bisa mengurangi sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA Kebon Kongok minimal 100 kilogram per hari,” ujarnya.
Sampah organik di dalam wadah akan terurai menjadi kompos setelah 60 hingga 90 hari. Kompos tersebut dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanaman di pekarangan warga. Pengolahan dari sumber rumah tangga ini juga diarahkan untuk mengurangi sampah organik sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Mei menjelaskan, 25 unit di Mataram Timur menjadi tahap percontohan. Program tersebut mendukung program unggulan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, yang mengarahkan pengurangan sampah organik secara mandiri dari sumbernya. Program tempah dedoro disebut mampu mereduksi sampah hingga lebih dari 50 persen.
Percontohan dimulai sejak Januari 2026 di Lingkungan Marong Karang Tatah. Program itu kini diterapkan di 50 kelurahan se-Kota Mataram. Pokmas Beriri menargetkan pengolahan sampah mandiri dapat menjangkau seluruh warga Kelurahan Mataram Timur dan diperluas ke seluruh RT/RW melalui sinergi dengan pihak terkait.
“Program itu jadi langkah awal untuk mendukung penuh program Bapak Wali Kota Mataram. InsyaAllah selanjutnya sasaran kami adalah seluruh warga Kelurahan Mataram Timur agar dapat mengolah sampahnya secara mandiri dari rumah,” kata Mei. Ia menyatakan Pokmas siap bekerja sama dengan kelurahan, kecamatan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram untuk memperluas program.






