Nganjuk, Jatimmandiri.id – Komisariat Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk kembali menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk sabuk Jambon, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa gabungan dari berbagai ranting di wilayah Nganjuk ini dilaksanakan serentak melalui sesi privat maupun ujian umum demi memastikan standar kualitas pesilat tetap terjaga.
UKT sabuk Jambon ini menjadi agenda rutin pendidikan dan pelatihan guna memetakan kemampuan fisik, teknik, serta mental para pesilat.
Sabuk Jambon sendiri menandai fase transisi krusial dari tingkat dasar menuju tingkat menengah, dengan penekanan tidak hanya pada teknik bela diri tetapi juga pendalaman ilmu kebatinan dan pembentukan karakter.
Ketua Komisariat Padepokan PSHT Cabang Nganjuk, Suprapto, menegaskan bahwa skema jalur privat dan umum dibuka untuk memberikan kesempatan luas bagi seluruh anggota, baik yang rutin berlatih di kelompok maupun yang mengikuti ujian secara mandiri.
“UKT Jambon ini bukan sekadar tes fisik atau jurus semata. Kami menilai ketahanan mental, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap ajaran-ajaran luhur, baik itu lewat jalur privat bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, maupun ujian umum yang menguji kekompakan dan daya juang di hadapan penguji,” ujar Suprapto saat memantau jalannya ujian.
Suprapto menambahkan, pelaksanaan UKT ini berfokus pada orisinalitas materi dan standar penilaian yang ketat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga baru yang naik tingkat benar-benar siap secara lahir dan batin. PSHT Nganjuk dikenal solid, dan itu dimulai dari proses seleksi dan kenaikan tingkat yang ketat namun humanis,” tambahnya.
Selama ujian berlangsung, para peserta digembleng secara menyeluruh melalui empat tahapan utama.
Mereka tak hanya dituntut menampilkan ketepatan gerakan serta paduan tenaga yang pas pada uji Jurus Dasar dan Kombinasi, tetapi juga diuji daya tahan tubuh serta kelenturannya dalam sesi Kekuatan Fisik.
Lebih dari sekadar olah tubuh, pemahaman mendalam mengenai sejarah, tata tertib, dan filosofi organisasi turut diuji dalam Wawasan PSHT.
Seluruh rangkaian ini bermuara pada pengujian Mentalitas, di mana keberanian dan ketenangan para pesilat benar-benar ditempa saat menghadapi tekanan ujian.
Melalui UKT yang terstruktur ini, Komisariat Padepokan PSHT Cabang Nganjuk berharap dapat melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga menjadi teladan di masyarakat sesuai semboyan organisasi.
“Bersaudara tanpa membedakan suku, agama, dan ras,” tegas Suprapto.
Suasana ujian yang dinamis turut dirasakan para peserta. Salah satu peserta UKT, Dimas (20), mengaku sempat gugup namun bangga dapat melewati tahapan ini.
“Latihannya memang berat, apalagi untuk persiapan mental. Tapi kami diajarkan bahwa rasa takut harus diubah menjadi kewaspadaan. Ini bagian dari pembentukan karakter kami,” tandasnya.












