Dalam Negeri

Perkuat Keamanan Ibadah Haji 2026, Wakapolri Kunjungi Presidency of State Security Arab Saudi

×

Perkuat Keamanan Ibadah Haji 2026, Wakapolri Kunjungi Presidency of State Security Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Arab Saudi, Jatimmandiri.id – Menjelang puncak musim haji 2026, Polri mengambil langkah strategis dalam memastikan keamanan dan perlindungan jemaah asal Indonesia.

Wakapolri Komjenpol Prof Dr Dedi Prasetyo memimpin langsung delegasi Polri dalam kunjungan kerja ke kantor Presidency of State Security (PSS) di Riyadh, Arab Saudi pada Jumat, 22 Mei 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat koordinasi antarnegara terkait perlindungan warga negara Indonesia di Tanah Suci.

Delegasi Polri disambut hangat oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, yang mewakili pimpinan otoritas keamanan setempat.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh penghormatan ini menjadi refleksi nyata eratnya sinergi Indonesia dan Arab Saudi dalam menjamin keselamatan para jemaah.

Lawatan ini merupakan bagian integral dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri yang bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Fokus utama dari sinergi ini adalah memperketat pengawasan dan mitigasi terhadap praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, serta berbagai modus penipuan yang kerap mengincar calon jemaah.

Hingga saat ini, langkah tegas Satgas Haji Polri telah membuahkan hasil nyata. Melalui Subsatgas Gakkum, Polri telah menangani 11 Laporan Polisi (LP) dan 21 Laporan Informasi (LI).

Penegakan hukum ini telah menetapkan 13 tersangka dengan total kerugian mencapai Rp10.025.000.000 dari 320 korban. Sebagai langkah preventif, Polri juga berhasil mencegah keberangkatan 32 WNI yang terindikasi menggunakan jalur non-prosedural.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati penguatan pertukaran informasi dan percepatan penanganan kendala yang berpotensi dihadapi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Kadiv Humas Polri Irjenpol Johnny Eddizon Isir menekankan bahwa perlindungan jemaah harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga  Korlantas Polri Tegaskan Hoaks Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Aturan Sudah Berlaku Sejak 2009

“Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar dia, Minggu, 24 Mei 2026.

Mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, kolaborasi lintas negara ini menjadi krusial untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan rasa aman dan kepastian hukum.

“Perlindungan jemaah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” tegas Isir.

Ke depan, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan domestik dan memperkuat koordinasi internasional sebagai upaya maksimal dalam memberikan rasa aman bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Khofifah Didesak Lakukan Evaluasi Total Surabaya, Jatim Mandiri Perkembangan kasus dugaan pungutan liar (pungli) proses perizinan di Dinas Energi dan…