
Jatimmandiri.id – Banyak orang menganggap flu biasa dan influenza merupakan penyakit yang sama.
Padahal, kedua kondisi tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari penyebab, tingkat keparahan gejala, hingga risiko komplikasi yang ditimbulkan.
Memahami perbedaan flu biasa dan influenza penting agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang dialami. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Flu Biasa?
Flu biasa atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang umumnya disebabkan oleh virus rhinovirus. Selain itu, flu biasa juga dapat dipicu oleh adenovirus, coronavirus tertentu, dan beberapa jenis virus lainnya.
Penyakit ini umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari.
Apa Itu Influenza?
Influenza adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C. Penyakit ini cenderung lebih berat dibandingkan flu biasa dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.
Influenza juga lebih mudah menyebar melalui percikan air liur (droplet) saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Perbedaan Flu Biasa dan Influenza
1. Penyebab
Flu biasa disebabkan oleh berbagai jenis virus, terutama rhinovirus.
Sementara itu, influenza hanya disebabkan oleh virus influenza.
2. Gejala
Flu biasa biasanya muncul secara bertahap dengan gejala yang relatif ringan.
Gejalanya meliputi:
- Hidung tersumbat atau berair.
- Bersin.
- Sakit tenggorokan.
- Batuk ringan.
- Demam jarang terjadi pada orang dewasa.
Sebaliknya, influenza muncul secara tiba-tiba dengan gejala yang lebih berat, seperti:
- Demam tinggi.
- Menggigil.
- Nyeri otot dan sendi.
- Sakit kepala.
- Tubuh terasa sangat lemas.
- Batuk kering.
- Nafsu makan menurun.
3. Tingkat Keparahan
Flu biasa umumnya tidak mengganggu aktivitas secara signifikan.
Sedangkan influenza sering membuat penderitanya harus beristirahat total karena tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga.
4. Lama Penyakit
Flu biasa biasanya membaik dalam waktu kurang dari satu minggu.
Influenza dapat berlangsung antara satu hingga dua minggu, bahkan lebih lama jika disertai komplikasi.
5. Risiko Komplikasi
Flu biasa jarang menimbulkan komplikasi serius.
Sebaliknya, influenza dapat menyebabkan pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, hingga memperburuk penyakit kronis seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung.
Cara Mengatasi Flu dan Influenza
Penanganan flu biasa maupun influenza umumnya berfokus pada meredakan gejala, antara lain:
- Perbanyak istirahat.
- Minum air putih yang cukup.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Mengonsumsi obat penurun demam bila diperlukan sesuai aturan pakai.
- Menghindari aktivitas berat hingga kondisi membaik.
Pada kasus influenza tertentu, terutama bagi kelompok berisiko tinggi, dokter dapat memberikan obat antivirus yang paling efektif bila diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.
Cara Mencegah Flu dan Influenza
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan antara lain:
- Rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
- Menggunakan masker saat sedang sakit.
- Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
- Menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidur yang cukup.
- Mendapatkan vaksin influenza setiap tahun, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami kondisi berikut:
- Demam tinggi lebih dari tiga hari.
- Sesak napas.
- Nyeri dada.
- Batuk disertai darah.
- Kesadaran menurun.
- Gejala tidak membaik setelah lebih dari satu minggu atau justru semakin berat.
Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar dokter dapat menentukan penyebab penyakit dan memberikan penanganan yang tepat.
Flu biasa dan influenza memang memiliki gejala yang hampir serupa, tetapi keduanya berbeda dari sisi penyebab, tingkat keparahan, hingga risiko komplikasi.
Flu biasa umumnya bersifat ringan dan sembuh dalam beberapa hari, sedangkan influenza dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Dengan mengenali perbedaannya, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan dan pengobatan yang lebih tepat sehingga risiko penularan maupun komplikasi dapat diminimalkan.












