Surabaya, Jatimmandiri.id – Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama orang dewasa dan lanjut usia.
Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat sehingga membentuk kristal yang menumpuk di persendian. Akibatnya, penderita dapat merasakan nyeri hebat, bengkak, hingga kesulitan menggerakkan sendi.
Meski identik dengan usia lanjut, asam urat juga dapat menyerang usia produktif akibat pola makan yang kurang sehat, obesitas, maupun faktor keturunan.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, serta cara mengatasinya agar tidak menimbulkan komplikasi.
Apa Itu Asam Urat?
Asam urat adalah zat sisa hasil pemecahan purin, yaitu senyawa alami yang terdapat di dalam tubuh dan berbagai jenis makanan. Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan melalui ginjal bersama urine.
Namun, apabila produksi asam urat berlebihan atau kemampuan ginjal mengeluarkannya menurun, kadar asam urat akan meningkat dan memicu terbentuknya kristal di persendian maupun jaringan tubuh lainnya.
Penyebab Asam Urat Tinggi
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat antara lain:
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Tinggi Purin
Purin yang berlebihan akan dipecah menjadi asam urat. Beberapa makanan yang mengandung purin tinggi meliputi:
- Jeroan, seperti hati, limpa, dan usus.
- Daging merah.
- Seafood, seperti udang, kepiting, kerang, sarden, dan ikan teri.
- Kaldu daging pekat.
2. Minuman Manis dan Beralkohol
Minuman yang mengandung gula tambahan, terutama fruktosa, dapat meningkatkan produksi asam urat. Sementara itu, alkohol menghambat proses pembuangan asam urat melalui ginjal.
3. Obesitas
Kelebihan berat badan membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat. Selain itu, ginjal menjadi kurang optimal dalam membuang zat tersebut.
4. Gangguan Fungsi Ginjal
Ginjal yang tidak bekerja secara optimal akan kesulitan mengeluarkan asam urat sehingga kadarnya meningkat dalam darah.
5. Faktor Keturunan
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit asam urat memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
6. Penggunaan Obat Tertentu
Beberapa jenis obat, seperti diuretik, aspirin dosis rendah, dan obat penekan sistem imun, dapat meningkatkan kadar asam urat pada sebagian orang.
Gejala Asam Urat
Serangan asam urat biasanya muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari.
Beberapa gejala yang sering dirasakan meliputi:
- Nyeri hebat pada persendian.
- Sendi bengkak dan kemerahan.
- Kulit di sekitar sendi terasa hangat.
- Sulit menggerakkan sendi.
- Nyeri dapat berlangsung selama beberapa hari hingga lebih dari satu minggu.
Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah sendi ibu jari kaki. Namun, asam urat juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan.
Cara Mengatasi Asam Urat
Untuk membantu menurunkan kadar asam urat sekaligus mengurangi gejala, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
1. Perbanyak Minum Air Putih
Air putih membantu ginjal mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urine. Disarankan mengonsumsi sekitar dua liter air per hari, atau lebih sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
2. Batasi Makanan Tinggi Purin
Kurangi konsumsi jeroan, daging merah, makanan laut tertentu, dan makanan tinggi purin lainnya agar produksi asam urat tidak meningkat.
3. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Buah-buahan, terutama yang kaya vitamin C, serta sayuran dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Namun, penderita tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pola makan yang sesuai.
4. Jaga Berat Badan Ideal
Menurunkan berat badan secara bertahap melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur dapat membantu mengendalikan kadar asam urat.
5. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mengurangi risiko kambuhnya asam urat.
6. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter
Apabila kadar asam urat sangat tinggi atau serangan sering berulang, dokter dapat meresepkan obat untuk meredakan nyeri maupun menurunkan kadar asam urat. Gunakan obat sesuai petunjuk tenaga medis dan hindari mengonsumsi obat tanpa anjuran.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Agar kadar asam urat tetap terkendali, penderita disarankan membatasi konsumsi:
- Jeroan.
- Daging merah berlebihan.
- Kerang dan sarden.
- Minuman beralkohol.
- Minuman bersoda dan tinggi gula.
- Makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh.
Cara Mencegah Asam Urat
Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, di antaranya:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Memperbanyak air putih.
- Berolahraga secara rutin.
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengurangi konsumsi makanan tinggi purin.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan asam urat.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami nyeri sendi yang sangat hebat, disertai pembengkakan dan kemerahan, atau jika serangan asam urat terjadi berulang.
Pemeriksaan sejak dini penting untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.
Dengan menerapkan pola hidup sehat serta menjaga asupan makanan, risiko peningkatan kadar asam urat dapat dikurangi.
Jika sudah terdiagnosis asam urat, mengikuti anjuran dokter dan melakukan kontrol secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan serta menjaga kualitas hidup tetap optimal.












