Tangerang, Jatim Mandiri – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meluncurkan Pojok Lowongan Kerja (JoKer) dan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan pada 23/10. Kegiatan berlangsung di Kantor Disnaker Kota Tangerang, Cikokol, Banten. Peluncuran JoKer didukung Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Forum Komunikasi Personalia Tangerang (FKPT).
JoKer hadir setiap Jumat pukul 08.00-16.00 WIB di Kantor Disnaker Kota Tangerang. Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa layanan tersebut melengkapi Job Fair rutin Pemkot Tangerang yang diselenggarakan di tingkat kota, kecamatan, hingga sekolah.
Ujang mengatakan JoKer ditujukan untuk mempermudah akses informasi lowongan sekaligus memperluas kesempatan kerja inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. “Melalui JoKer kami ingin mempermudah akses informasi lowongan sekaligus memperluas kesempatan kerja yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” kata Ujang di Kantor Disnaker Kota Tangerang.
Selain JoKer, Pemkot Tangerang meluncurkan ULD Ketenagakerjaan di kantor Disnaker. Unit ini dimaksudkan untuk mendekatkan layanan ketenagakerjaan dan memperluas akses kerja yang inklusif. Peluncuran kedua layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menegaskan setiap orang berhak memperoleh kesempatan setara untuk bekerja, berkarya, dan hidup mandiri. Menurutnya, layanan ketenagakerjaan perlu semakin mudah diakses dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan hidup mandiri. Melalui JoKer dan ULD, kita ingin memperluas akses informasi, pendampingan, dan kesempatan kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas sesuai dengan potensi dan kemampuannya,” ujar Maryono.
Maryono menyebut JoKer dan ULD melengkapi upaya Pemkot Tangerang memperkuat Gampang Kerja. Upaya itu mencakup penyediaan informasi lowongan dan pendampingan untuk membantu pencari kerja mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Apindo dan FKPT turut mendukung penghubungan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan serta perluasan informasi lowongan.
“Kami ingin kebutuhan dunia usaha dan kemampuan pencari kerja bisa semakin terhubung. Sinergi dengan perusahaan penting agar peluang kerja semakin terbuka dan tenaga kerja yang terserap sesuai kebutuhan,” kata Maryono. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.
Dalam kegiatan itu, Maryono meninjau On the Job Training serta pelatihan bahasa Inggris dan Jepang di laboratorium bahasa Disnaker. Ia mendorong peserta meningkatkan keterampilan, menjaga profesionalisme, dan tidak mudah menyerah dalam membangun karier. “Jangan berkecil hati dengan langkah awal yang kita jalani. Terus tingkatkan kemampuan, tunjukkan profesionalisme, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar. Dengan bekal yang baik, peluang untuk berkembang akan semakin terbuka,” ujarnya.
Maryono juga menyerahkan penghargaan kepada Apindo, FKPT, dan sejumlah perusahaan atas kontribusi dalam mendukung bursa kerja serta perekrutan tenaga kerja, termasuk penyandang disabilitas. Ia menyampaikan bahwa Gampang Kerja bertujuan membuka kesempatan yang setara bagi warga. “Melalui 3G-Gampang Kerja, kami ingin memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan bukan hanya soal tersedianya lapangan kerja, tetapi juga terbukanya kesempatan bagi setiap orang untuk bekerja, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan,” kata dia.
