Metropolitan

Pemkot Surabaya Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan Prof. Dr. Moestopo, Proyek Drainase Dikebut hingga September 2026

×

Pemkot Surabaya Minta Maaf atas Kemacetan di Jalan Prof. Dr. Moestopo, Proyek Drainase Dikebut hingga September 2026

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya meminta maaf atas kemacetan di Jalan Prof. Dr. Moestopo akibat proyek drainase. Pembangunan saluran menuju Rumah Pompa Dharmahusada ditargetkan selesai pada September 2026 untuk mengatasi genangan di Karang Menjangan.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi di Jalan Prof. Dr. Moestopo akibat proyek pembangunan saluran drainase yang tengah berlangsung.

Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat penanganan genangan di kawasan Karang Menjangan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat, khususnya para pengguna Jalan Prof. Dr. Moestopo, karena proyek ini memang menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas,” ujar Adi, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, proyek yang dimulai sejak Kamis (25/6/2026) itu merupakan pembangunan box culvert sebagai saluran konektivitas menuju Rumah Pompa Dharmahusada.

Infrastruktur tersebut akan menghubungkan saluran drainase di kawasan Jalan Prof. Dr. Moestopo dengan Karang Menjangan.

Menurut Adi, pembangunan saluran baru ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Surabaya dalam mengatasi persoalan genangan yang selama ini kerap terjadi di wilayah Karang Menjangan.

“Saluran ini dibangun sebagai solusi untuk mengurangi genangan yang sering muncul di kawasan Karang Menjangan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, proyek ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan atau hingga awal September 2026.

Namun demikian, Pemkot Surabaya berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan pada ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo agar dampak terhadap kemacetan dapat segera diminimalkan.

Adi mengungkapkan, proses percepatan sempat mengalami kendala karena adanya utilitas milik PDAM yang berada di lokasi galian. Bahkan, pekerjaan tersebut sempat memicu kebocoran pada pipa air sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Penggalian dilakukan mulai dari depan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Kampus A hingga simpang lampu lalu lintas Jalan Karang Menjangan.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Pimpinan DPRD Surabaya Sowan ke PD Muhammadiyah

Meski demikian, fokus percepatan saat ini diprioritaskan pada ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo yang menjadi jalur utama lalu lintas.

Setelah seluruh pekerjaan selesai, saluran drainase tersebut akan mengalirkan air dari kawasan Karang Menjangan menuju Rumah Pompa Dharmahusada.

Selanjutnya, air akan dipompa dan dibuang ke Kali Jeblokan sehingga genangan dapat ditangani lebih cepat.

“Nantinya air dari kawasan Karang Menjangan akan dialirkan ke Rumah Pompa Dharmahusada, kemudian dipompa menuju Kali Jeblokan agar genangan lebih cepat surut,” terang Adi.

Untuk mengurangi gangguan terhadap pengguna jalan, pekerjaan konstruksi dilaksanakan pada malam hari, mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB.

Jadwal tersebut diterapkan berdasarkan koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.

Sementara pada siang hari, rekayasa lalu lintas dilakukan melalui penyesuaian waktu lampu lalu lintas serta penempatan personel di sejumlah titik yang terdampak proyek.

Selain itu, petugas Dishub bersama pihak kontraktor juga disiagakan di lokasi guna membantu mengatur arus kendaraan dan mengurangi kepadatan akibat penyempitan badan jalan.

Adi kembali meminta pengertian masyarakat atas kondisi tersebut. Menurutnya, proyek ini merupakan investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir dan genangan di kawasan timur Surabaya.

Ia juga memastikan pekerjaan tetap berlangsung setiap hari, termasuk pada akhir pekan maupun hari libur nasional, agar target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *