Jepara, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada 2026, Pemkab Jepara mengalokasikan anggaran sebesar Rp210 miliar dari APBD untuk membangun dan meningkatkan kualitas 52 ruas jalan di berbagai wilayah.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau progres pembangunan jalan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (6/7/2026). Peninjauan dilakukan di ruas Bendanpete–Buaran dan Nalumsari–Papringan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas.
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Jepara juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp100 miliar kepada pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Dari pemerintah pusat kami mengajukan Rp100 miliar melalui IJD. Sekitar Rp55 miliar akan dialokasikan untuk wilayah Karimunjawa, sedangkan sisanya diperuntukkan bagi kawasan Bangsri dan Kedung,” ujar Witiarso.
Progres Pembangunan Terus Dikebut
Menurut Witiarso, pembangunan ruas Bendanpete–Buaran yang dibiayai sepenuhnya melalui APBD menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Untuk ruas Bendanpete–Buaran, progresnya diperkirakan mencapai 50 persen pada pekan depan. Sementara beberapa proyek lainnya masih dalam tahap awal, dan sebagian sudah mencapai sekitar 25 persen,” jelasnya.
Ia optimistis seluruh proyek peningkatan jalan dapat selesai sesuai target, yakni pada September 2026.
“Target penyelesaian ruas Bendanpete–Buaran adalah 18 September. Sebagian besar proyek jalan lainnya juga ditargetkan rampung pada bulan yang sama,” katanya.
Fokus Tingkatkan Kualitas Jalan
Bupati menjelaskan, pada tahun ini terdapat 60 ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan. Dari jumlah tersebut, 52 ruas telah memasuki tahap kontrak kerja, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas jalan.
Saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Jepara telah mencapai 78,75 persen. Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan angka tersebut secara bertahap melalui pembangunan berkelanjutan.
“Sisa ruas jalan yang belum mantap akan terus kami selesaikan secara bertahap agar konektivitas antarwilayah semakin baik,” ungkapnya.
Dukung Pendidikan dan Distribusi Hasil Pertanian
Ruas Bendanpete–Buaran memiliki peran strategis karena menjadi akses utama menuju Pondok Pesantren Balekambang.
Selain mendukung aktivitas pendidikan, jalan tersebut juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan menjadi jalur penghubung antarkecamatan.
Proyek di ruas tersebut meliputi pembangunan perkerasan beton sepanjang 1.130 meter serta saluran drainase sepanjang 76,8 meter. Pekerjaan dimulai sejak 4 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 September 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp4,1 miliar.
Sementara itu, ruas Nalumsari–Papringan merupakan jalur alternatif yang banyak dimanfaatkan pekerja dari dan menuju Kabupaten Kudus.
Meski berada di kawasan permukiman dan diapit lahan perkebunan singkong serta tebu, ruas tersebut memiliki fungsi penting sebagai jalur mobilitas masyarakat sekaligus distribusi hasil pertanian.
Pekerjaan di ruas ini berupa perkerasan beton sepanjang 267 meter dengan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Proyek dimulai pada 4 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 22 September 2026.
Warga Sambut Baik Perbaikan Jalan
Perbaikan infrastruktur tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu warga Desa Buaran, Rumini, mengaku bersyukur karena jalan di depan rumahnya yang selama bertahun-tahun rusak akhirnya diperbaiki.
“Jalan ini sudah lama rusak. Memang pernah diperbaiki, tetapi cepat rusak lagi karena sering dilalui kendaraan bertonase besar. Alhamdulillah sekarang sudah mulai diperbaiki. Semoga segera selesai dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara berharap pembangunan infrastruktur jalan ini mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.












