BudayaJatim

Pasar Pangupo Jiwo Suguhkan Kuliner dan Nuansa Tempo Dulu

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Pasar Pangupo Jiwo Suguhkan Kuliner dan Nuansa Tempo Dulu

Sebarkan artikel ini
Pengunjung bertransaksi dan menikmati aneka jajanan tradisional di Pasar kuliner Pangupojiwo digelar setiap Ahad Legi di kawasan hutan pinus lereng Gunung Wilis.
Example 468x60

Trenggalek, Jatimmandiri.id – Sensasi berbelanja dengan koin khusus di tengah suasana pasar tempo dulu menjadi daya tarik Pasar Jadul Pangupo Jiwo di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Pasar tradisional bernuansa klasik ini ramai dikunjungi warga setiap Minggu Legi dalam penanggalan Jawa, termasuk pada Minggu (11/10/2026).

Berada di belakang Pasar Dompyong, pasar ini menawarkan pengalaman berbeda dari pasar pada umumnya. Pengunjung harus melewati jalan menurun sejauh beberapa puluh meter sebelum disambut deretan pohon pinus yang menghadirkan suasana sejuk.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Gapura dari anyaman bambu dan dedaunan menjadi pintu masuk menuju area pasar. Tak jauh dari sana, terdapat bangunan menyerupai gubuk yang berfungsi sebagai tempat penukaran uang. Rupiah yang dibawa pengunjung harus ditukar terlebih dahulu dengan uang gobog atau koin khusus untuk membeli makanan dan minuman.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali suasana transaksi pada masa lampau. Pengunjung pun diajak menikmati pengalaman berbelanja yang tidak hanya berorientasi pada kuliner, tetapi juga menawarkan nuansa budaya tradisional.

Berbagai makanan khas tersedia, mulai dari cenil, getuk, sompel, tahu lontong, pecel, nasi tiwul, hingga kacang hijau. Pengunjung juga dapat menikmati minuman tradisional beras kencur yang melengkapi pilihan sajian di pasar tersebut.

Penggagas Pasar Jadul Pangupo Jiwo sekaligus mantan Camat Bendungan, Sujatmiko, menjelaskan bahwa penggunaan alat tukar khusus telah menjadi bagian dari konsep pasar sejak awal. Pengunjung tidak dapat langsung menggunakan rupiah untuk bertransaksi, melainkan harus menukarkannya dengan koin yang disediakan pengelola.

Konsep ini menjadi pembeda sekaligus daya tarik Pasar Jadul Pangupo Jiwo. Selain membuka ruang bagi kuliner tradisional, pasar tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis budaya yang memperkenalkan kembali tradisi lokal kepada generasi muda.(

Baca Juga  Pacu Usaha Kreatif KPM PKH, Jairi Irawan Inisiasi Pelatihan Berbasis AI dan Canva di Blitar
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Situbondo, Jatimmandiri.id – Jalur bersejarah Anyer-Panarukan berpeluang menjadi penggerak ekonomi, pariwisata, dan pelestarian budaya melalui program Anyer-Panarukan 3R. Kementerian Desa…