Pasuruan, Jatim Mandiri
Operasional penuh pabrik kedua dan ketiga KT&G di Pasuruan memperkuat ekonomi daerah melalui investasi Rp8,1 triliun, penyerapan tenaga kerja, serta peluang transfer teknologi. Ekspansi perusahaan Korea Selatan tersebut juga memperluas kapasitas produksi Indonesia sekaligus membuka dampak ekonomi bagi masyarakat Pasuruan dan sekitarnya.
KT&G telah menginvestasikan sekitar USD 650 juta (sekitar Rp8,1 triliun) untuk pembangunan Pabrik 2 dan Pabrik 3 di Pasuruan. Fasilitas seluas 190 ribu meter persegi itu memiliki sembilan lini produksi.
Sekitar 1.200 karyawan kini bekerja di seluruh fasilitas KT&G Indonesia. Sekitar 500 orang di antaranya bekerja di Pabrik 2 dan Pabrik 3 yang merupakan fasilitas baru.
Selain tenaga kerja langsung, ekspansi tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 3.500 lapangan kerja tidak langsung. Dampak tersebut berpotensi memperluas aktivitas ekonomi masyarakat melalui rantai usaha yang terkait dengan operasional pabrik.
Presiden KT&G Bang Kyung-man menegaskan perusahaan ingin tumbuh bersama masyarakat Pasuruan. “KT&G akan menciptakan lapangan kerja dan mentransfer teknologi di wilayah ini. Kami ingin menjadi tetangga yang baik yang tumbuh bersama Pasuruan,” kata Bang seperti dikutip CNN Indonesia.
Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono berharap fasilitas tersebut membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal. “Pilihan pabrik ini di Pasuruan setidaknya akan memiliki dampak yang positif secara ekonomi untuk masyarakat dan pemerintah kompeten Pasuruan. Kami berharap bahwa tenaga kerja pun bisa memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik dari Pasuruan dan sekitarnya,” kata Adhy.
Produk dari Pasuruan kini telah menjangkau lebih dari 90 negara. Dengan demikian, investasi KT&G tidak hanya meningkatkan kapasitas manufaktur, tetapi juga memperkuat posisi Pasuruan sebagai bagian dari rantai produksi dan ekspor global. (*/ibn)












