Mojokerto, Jatimmandiri.id – Promo sepatu dan sandal dengan harga mulai Rp10 ribu memicu antusiasme luar biasa masyarakat. Ribuan warga memadati gudang Davist Shoes di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, saat grand opening digelar, Sabtu (25/7). Sejak dini hari, antrean panjang sudah mengular di depan toko demi mendapatkan alas kaki baru dengan harga jauh di bawah harga normal.
Tingginya minat pembeli membuat panitia menerapkan sistem antrean ketat. Setiap pengunjung wajib mengambil nomor antrean sebelum masuk ke area penjualan secara bergelombang, masing-masing 25 orang dalam satu sesi. Untuk memastikan pemerataan kesempatan, setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal tiga pasang sepatu atau sandal. Usai bertransaksi, jari kelingking mereka dicelupkan ke tinta sebagai penanda agar tidak kembali mengantre.
Owner Davist Shoes, Inka Ceples (37), mengatakan program harga spesial tersebut hanya berlaku selama grand opening sebagai bentuk rasa syukur sekaligus berbagi kepada masyarakat.
“Untuk grand opening ini kami obral sepatu dan sandal dengan harga Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. Semua barang baru dan layak dipakai,” katanya.
Menurut Inka, potongan harga yang diberikan mencapai lebih dari separuh harga normal. Sandal yang sehari-hari dijual mulai Rp75 ribu, selama grand opening dibanderol Rp10 ribu. Sementara sepatu yang biasanya dijual mulai Rp150 ribu dapat dibeli hanya Rp35 ribu selama masa promosi berlangsung.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Davist Shoes menyiapkan sekitar 5.000 hingga 6.000 pasang alas kaki. Koleksinya mencakup sandal pria, wanita, dan anak-anak, serta berbagai jenis sepatu seperti sepatu sekolah, sepatu kerja, sepatu bola, sepatu futsal, pantofel, hingga sepatu safety.
Di balik ramainya pembukaan toko tersebut, Inka Ceples dikenal sebagai penyanyi dangdut asal Desa Brangkal. Bisnis alas kaki yang kini dikelolanya berawal dari usaha sang suami, Ali Muhajir (42), yang selama ini berprofesi sebagai pemasok sepatu dan sandal. Berbekal pengalaman di bidang distribusi, keduanya kini mengembangkan usaha ritel sendiri dengan menghadirkan produk baru berharga terjangkau bagi masyarakat.
Strategi promo harga murah itu terbukti menarik perhatian warga dari berbagai daerah di Mojokerto dan sekitarnya. Antrean panjang yang terjadi sejak pagi menjadi gambaran tingginya daya tarik produk dengan harga ekonomis di tengah kebutuhan masyarakat akan alas kaki berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.












