Dalam Negeri

MPLS 2026: Reni Astuti Gaungkan Sekolah Inklusif dan Pentingnya Sinergi Orang Tua dengan Sekolah

×

MPLS 2026: Reni Astuti Gaungkan Sekolah Inklusif dan Pentingnya Sinergi Orang Tua dengan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Momen Reni Astuti menyapa siswa di Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI, Dr Reni Astuti MPSDM, memberikan atensi mendalam terhadap fase transisi para siswa baru ini.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebagai legislator yang menaruh perhatian penuh pada kualitas sumber daya manusia, lulusan doktoral Universitas Airlangga (Unair) ini menempatkan masalah pendidikan sebagai isu yang sangat krusial.

Berdasarkan potret situasi pendidikan terkini, ketimpangan akses dan tantangan teknis penerimaan peserta didik baru masih membayangi awal tahun ajaran, tidak terkecuali di wilayah Jawa Timur.

Meskipun Jatim menunjukkan grafik indikator kesejahteraan yang relatif baik secara nasional, Reni menekankan bahwa pekerjaan rumah (PR) di sektor pendidikan dasar dan menengah tidak boleh diabaikan.

Isu seputar pemerataan kualitas sekolah, keterbatasan kuota daya tampung sekolah negeri, hingga pemenuhan fasilitas bagi sekolah inklusi masih menjadi aduan yang kerap berulang di daerah pemilihannya, Jatim I (Surabaya-Sidoarjo).

Politisi PKS ini menegaskan, momentum MPLS bukan sekadar seremoni penyambutan siswa baru, melainkan alarm bagi pemerintah daerah (pemda) untuk menyisir kembali anak-anak usia sekolah di wilayah mereka yang belum terakomodasi di bangku sekolah.

“Memasuki tahun ajaran 2026/2027 ini, harapan kita semua harus bulat. Yakni, tidak boleh ada lagi kasus anak tidak bisa sekolah. Pendidikan adalah hak paling mendasar bagi setiap anak Indonesia,” ujar Reni, Minggu (12/7/2026).

Ia mendesak pemda di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi untuk memastikan seluruh warganya mendapatkan akses layanan pendidikan terbaik.

Pemda dituntut proaktif melakukan validasi data di lapangan guna menjamin program wajib belajar 13 tahun berjalan maksimal tanpa ada anak yang tercecer akibat kendala ekonomi maupun zonasi.

Baca Juga  Kompolnas Resmi Luncurkan Kompolnas Awards 2026, Apresiasi Kinerja Terbaik Satker Polri

Di tengah dimulainya MPLS 2026, Reni mengajak seluruh siswa baru untuk melangkah ke gerbang sekolah dengan rasa syukur, percaya diri, dan penuh kegembiraan.

Ia mendorong anak untuk menjadikan sekolah sebagai ruang bertumbuh.

“Pelajari lingkungan baru dengan positif, jalin pertemanan yang sehat, dan gantungkan cita-cita setinggi mungkin,” pesan Reni.

Tak kalah penting, Reni mengingatkan agar MPLS harus menjadi ruang yang aman dan menyenangkan.

Tidak boleh ada tempat untuk segala bentuk perundungan, baik secara fisik maupun verbal.

Kepada para orang tua, Reni mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak memerlukan sinergi erat dan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah saja.

“Kolaborasi dan komunikasi yang harmonis antara orang tua dan guru adalah kunci utama. Dampingi tumbuh kembang anak dengan penuh kesabaran, terutama di tengah tantangan era digital saat ini. Kehadiran emosional orang tua di rumah akan menjadi jangkar karakter anak saat mereka berinteraksi di luar rumah,” pungkas Reni.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *