Ponorogo, Jatimmandiri.id – Polres Ponorogo terus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan komunikasi lintas agama. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Minggu Kasih yang dipimpin Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., di Gereja Kristen Injil Nusantara (GKIN) Sangkakala, Jalan Bawean Nomor 4, Kelurahan Mangkujayan, Kabupaten Ponorogo, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.35 hingga 10.15 WIB tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Ponorogo, pimpinan gereja, serta sekitar 60 jemaat GKIN Sangkakala.
Kehadiran Kapolres bersama jajarannya menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi, membangun komunikasi terbuka, dan memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Damus Asa bersama rombongan mengikuti ibadah rutin jemaat yang meliputi pujian, penyampaian firman Tuhan, dan doa bersama. Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan gereja dan Kapolres Ponorogo.
Pimpinan GKIN Sangkakala, Pdt. Agus Budiono, M.Div., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Ponorogo bersama jajaran di tengah jemaat. Ia berharap kegiatan Minggu Kasih dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat hubungan serta meningkatkan sinergi antara Polri dan masyarakat.
Dalam sambutannya, AKBP Damus Asa memperkenalkan diri sebagai Kapolres Ponorogo yang baru. Ia sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Polri harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk membangun komunikasi, mendengarkan masyarakat, dan memperkuat kebersamaan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta berperan aktif menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.
Menurut AKBP Damus Asa, kerukunan antarumat beragama merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial. Perbedaan keyakinan harus disikapi dengan saling menghormati, bukan menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan kerja sama.
Ia menegaskan, terciptanya situasi yang aman dan damai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, serta warga perlu terus diperkuat.
Melalui program Minggu Kasih, Polres Ponorogo berupaya menyediakan ruang dialog yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat. Pertemuan secara langsung tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, menampung aspirasi warga, serta membantu penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui pendekatan dialogis dan kekeluargaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam mendukung program Quick Wins Kapolri. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat ditempatkan sebagai mitra strategis kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban.
Polres Ponorogo berharap kegiatan Minggu Kasih dapat memperkuat toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong di tengah keberagaman masyarakat. Dengan sinergi yang terjalin antara kepolisian dan masyarakat, Kabupaten Ponorogo diharapkan senantiasa berada dalam situasi aman, damai, dan harmonis.











